Sampah di Bali
Wawali Denpasar Bali Sebut Masyarakat Bukan Menolak PSEL: Ingin Pendalaman
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan jika perkembangan PSEL cukup dinamis.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Pesanggaran Denpasar melakukan penolakan terhadap pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilakukan di lahan milik Pelindo.
Bahkan masyarakat juga telah memasang spanduk penolakan di dekat lahan pembangunan PSEL tersebut.
Terkait adanya penolakan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan jika perkembangan PSEL cukup dinamis.
Ia menyebut hal itu bukanlah penolakan, tetapi masyarakat ingin pendalaman.
Baca juga: Pasca Penutupan TPA Suwung, 1.112 Ton Cacahan Sampah Organik Dibawa dari Denpasar ke Klungkung
"PSEL ini masih dinamis. Nah itu artinya bukan penolakan. Tetapi PSEL ini adalah program atau proyek yang baru pertama kali di Indonesia. Masyarakat kita yang ada di sekitar ingin melakukan pendalaman apa sih itu PSEL. Sehingga ke depannya jangan sampai program besar tidak berjalan, tetapi permasalahan yang kita hadapi tidak terselesaikan khususnya sampah, itu yang disampaikan oleh masyarakat khususnya warga sekitar," paparnya, Rabu 20 Mei 2026.
"Bukan penolakan, tapi perkembangan yang dinamis ingin pendalaman seperti apa PSEL ini," imbuhnya.
Menurutnya, kalau saja PSEL ini sudah ada di Indonesia, mungkin saja sudah ada patokan atau tolok ukurnya.
Namun karena ini program priorotas pemerintah pusat dan pertama kali yang akan dilakukan di Indonesia inilah perlu pendalaman-pendalaman yang dilakukan oleh masyarakat.
Sehingga, saat proyek tersebut berjalan, dampak-dampak atau ekses-ekses negatif untuk masyarakat itu bisa diminimalisir.
Terkait adanya keinginan PSEL dibangun di lokasi TPA Suwung Bali saat ini, ia menyebut tidak dimungkinkan.
"Kita sudah sampaikan dan masyarakat sudah mengetahui pada saat konsultasi publik yang dilaksanakan oleh calon investor pemenang dari Weiming itu," paparnya.
Saat konsultasi publik itulah muncul beberapa saran masyarakat karena mereka ingin pendalaman.
"Karena mereka menyampaikan kepada kita di pemerintah bahwa kalau sudah ada program atau proyek ini di Indonesia, tidak perlu didalami, tetapi karena ini barang baru, proyek yang cukup besar, permasalahan yang diselesaikan akan cukup strategis sekali, inilah diperlukan pendalaman-pendalaman," ungkapnya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan groundbreaking akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2026 ini.
Targetnya PSEL akan selesai akhir tahun 2027. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wawali-Denpasar-Bali-Sebut-Masyarakat-Bukan-Menolak-PSEL-Ingin-Pendalaman.jpg)