Berita Gianyar
Tim Siber Polres Gianyar Bali Pantau Harga, Daging Ayam Masih Stabil
Ipda Gusti Ngurah Suardita menjelaskan pengecekan dilakukan, selain mengantisipasi adanya permainan harga.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam momen Bulan Puasa, jajaran kepolisian Polres Gianyar melalui Tim Siber melakukan pemantauan harga, terutama kebutuhan pokok, Rabu 25 Februari 2026.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya permainan harga, mengingat pada Maret nanti akan berlangsung hari-hariku besar, seperti Idul Fitri hingga Hari Raya Nyepi.
Salah satu sasaran pantau dalam hal ini adalah Pasar Tradisional Tampaksiring. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.30 Wita tersebut melibatkan petugas Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan Kabupaten Gianyar, Kontributor SP2KP, serta personel Satgas Saber Kabupaten Gianyar.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui harga daging, salah satunya ayam masih berada di kisaran Rp 42.000 per kilogram.
Baca juga: LPG 3 Kg Kembali Langka, Disperindag Denpasar Gelar Rakor Bersama Pertamina hingga Polresta
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita menjelaskan pengecekan dilakukan, selain mengantisipasi adanya permainan harga.
Hal ini juga untuk merespon keresahan masyarakat tentang kenaikan harga kebutuhan primer.
“Kami bersama instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan harga di Pasar Tampaksiring guna menindaklanjuti informasi dan pemberitaan yang viral. Dari hasil monitoring di lapangan, harga daging ayam masih stabil di kisaran Rp 42.000 per kilogram,” ujar Ipda Gusti Suardita.
Suardita menegaskan, Satgas Saber Kabupaten Gianyar terus melakukan pengawasan dan pendataan harga bahan pokok penting (Bapokting) di pasar rakyat, pasar tradisional maupun ritel modern guna menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari potensi spekulasi harga.
“Kami berkomitmen bersama stakeholder terkait untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Masyarakat juga kami imbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,”harapnya.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta dapat mengonfirmasi kebenaran informasi kepada pihak berwenang guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Harga-Tim-Siber-Gianyar-Bali-melakukan-pemantauan-harga-kebutuhan-pokok-Rabu-25-Februari-2026.jpg)