Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Gianyar Bali Tak Ramah Pejalan Kaki, Banyak Anjing Liar Tanpa Tuan

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gianyar yang juga membidangi hewan, tercatat jumlah populasi anjing di Gianyar sebanyak 88.824 ekor. 

Istimewa
Vaksinasi: Pemkab Gianyar, Bali saat menggelar vaksinasi rabies pada anjing, belum lama ini. Gianyar Bali Tak Ramah Pejalan Kaki, Banyak Anjing Liar Tanpa Tuan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selain pembuangan sampah sembarangan, pembuangan anjing sembarangan juga menjadi persoalan serius di Kabupaten Gianyar, Bali

Banyak kawasan hijau dan jauh dari pemukiman yang menjadi lokasinya. 

Kondisi tersebut menyebabkan banyak tempat di Gianyar yang masuk zona rabies.

Banyaknya anjing yang berkeliaran tanpa tuan ini, juga menjadi salah pemicu Gianyar sebagai salah satu kota yang tak ramah untuk pejalan kaki dan olahraga jogging. 

Baca juga: Anjing Liar Banyak di Jembrana Bali, Risiko Rabies Meningkat, Diduga Karena Pembuangan Anak Anjing

Seperti di kawasan Bukit Jati Gianyar. Di sana terdapat spot yang bagus untuk olahraga jalan kaki, karena trek yang menanjak.

Namun banyak warga enggan ke sana, karena banyak anjing liar yang galak. 

"Bagus memang di situ, tapi siapa yang berani, ada banyak anjing liar galak, bukannya sehat, malah bisa rabies," ujar Ketut Catur Kusuma Ningrat, seorang warga Gianyar, Senin 9 Maret 2026.

Ia pun berharap hal ini mendapat perhatian pihak terkait. 

"Gianyar ini tidak ramah pejalan kaki, karena banyak anjing liar, semoga ada perhatian dari pihak terkait," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gianyar yang juga membidangi hewan, tercatat jumlah populasi anjing di Gianyar sebanyak 88.824 ekor. 

Populasi terbanyak masih didominasi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukawati 21.344 ekor, Gianyar 16.107 ekor dan Blahbatuh 11.461 ekor. Sedangkan kecamatan lain rata-rata 10.000-an ekor.

Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi Persatuan Dokter Hewan Indonesian (PDHI) Gianyar, Nyoman Arya Darma, yang juga Kepala UPTD Keswan III Dinas Pertanian Gianyar, tidak menampik hal tersebut.

"Persoalan anjing liar tanpa pemilik di kawasan pemukiman, pasar desa atau tempat lain, masih menjadi isu hangat di sejumlah daerah di Bali. Banyaknya pembangunan pemukiman dan kawasan pariwisata juga sebagai tempat anjing liar hidup berkembang. Dengan kondisi tersebut, didapati banyak anjing tanpa perawatan, tanpa nutrisi, sakit kulit tanpa adanya kesehatan dasar," ujarnya.

Dalam menyikapi hal tersebut, UPT Keswan III Dinas Pertanian Gianyar yang melayani Kecamatan Sukawati, Gianyar dan Blahbatuh bersama mahasiswa Koas Fakultas Kedokteran Hewan kini berkolaborasi melakukan sosialisasi, penyelamatan serta konservasi anjing liar.

"Kegiatan ini bukan sekadar aksi penyelamatan hewan terlantar, tetapi menjadi bagian dari pendekatan ilmiah yang mengintegrasikan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat, dan pelestarian ekosistem lokal," jelas Arya Darma.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved