Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Ramai Warga Gianyar Bali Protes Jalan Rusak, Bahkan Ada Yang Perbaiki Swadaya

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Selasa 31 Maret 2026, protes terhadap jalan rusak hampir terjadi setiap tahun. 

Istimewa
Jalan rusak: Ramai warga Gianyar protes jalan rusak, bahkan ada yang perbaiki swadaya. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar telah menindaklanjuti, Selasa 31 Maret 2026. Ramai Warga Gianyar Bali Protes Jalan Rusak, Bahkan Ada Yang Perbaiki Swadaya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali, kembali ramai-ramai protes terhadap kerusakan jalan melalui media sosial (medsos). 

Mulai dari protes dalam bentuk penanaman pohon pada lubang jalan, seperti terpantau di wilayah Penestanan, Desa Saya, Ubud. 

Protes juga ditunjukkan pada kerusakan jalan di wilayah Keliling.

Namun tidak semua protes terhadap dilakukan dengan cara memposting. 

Baca juga: Rekomendasi LKPJ Bupati, Dewan Gianyar Soroti Jalan Rusak Hingga Kemacetan Ubud Bali

Terdapat juga langsung melakukan perbaikan secara swadaya, seperti yang terjadi di Banjar Tatag, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Selasa 31 Maret 2026, protes terhadap jalan rusak hampir terjadi setiap tahun. 

Di tahun 2025, Pemkab Gianyar menjawab protes warga dengan melakukan perbaikan di banyak lokasi, dengan anggaran Rp 200 miliar. 

Namun demikian di awal tahun ini, masih terdapat jalan yang luput dari perbaikan, sehingga mendapat keluhan masyarakat.

Namun kerusakan ini bukan hanya terjadi pada jalan yang belum tersentuh perbaikan. 

Sebab terdapat juga jalan yang telah diperbaiki, namun kembali rusak dampak cuaca ekstrem. 

Masyarakat pun mempertanyakan kualitas proyek pemerintah ini.

Terkait kerusakan jalan ini, salah satu wilayah yakni Banjar Tatag, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, warganya turun langsung ke jalan. Mereka tidak menanami pohon pada jalan rusak. 

Melainkan langsung menambalnya menggunakan campuran beton, yang dananya bersumber dari swadaya.

Penambalan jalan ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah daerah. 

Di mana kondisi jalan yang menjadi akses vital pariwisata dan warga itu kondisinya rusak parah. Banyak lubang besar. Ketika hujan, lubang tak terlihat karena tergenang air hujan.

Kondisi tersebut mengakibatkan selama ini, banyak pengendara yang mengalami kecelakaan. 

Dengan penambalan tersebut, diharapkan akses dapat menghindari korban yang lebih banyak lagi.

Kelian Dinas Banjar Tatag, I Made Suwena mengatakan, sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah, pihaknya mengajak pemuda dan beberapa masyarakat untuk melakukan aksi kecil penambalan sementara pada jalan tersebut. 

Sebab jalan tersebut merupakan salah satu akses penting, tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga sebagai jalur menuju destinasi pariwisata di Desa Taro.

“Arus kendaraan di jalur ini cukup padat, sehingga kondisi jalan berlubang sangat berisiko bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, I Made Gede Astawiguna telah mengetahui adanya keluhan masyarakat dari berbagai desa terkait kerusakan jalan. 

Saat dikonfirmasi, ia tengah berada di lapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga.

"Kita lagi bergerak di Sayan dan Keliki, sementara untuk kerusakan di Taro sudah masuk di kegiatan rutin, dianggarkan Rp 4 miliar pada tahun anggaran 2026. Saat ini masih persiapan tender," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved