Berita Gianyar
Tangis Kadek Raditya Pecah Saksikan Jenazah Agus Terdampar di Pantai Saba Gianyar
Tangis Kadek Raditya Pecah Saksikan Jenazah Agus Terdampar di Pantai Saba Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selain keluarga, Kadek Raditya (18) asal Banjar Kebalian, Desa Sukawati, Gianyar juga menjadi salah satu orang yang paling terpukul menyaksikan jenazah Agus Suarsa Dharma terdampar tak bernyawa di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, pada Senin 6 April 2026.
Hal tersebut dikarenakan Agus seorang warga Banjar Telabah, Desa Sukawati meregang nyawa karena menyelamatkan dirinya saat tergulung ombak Pantai Purnama, Minggu 5 April 2026.
Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa 7 April 2026 diketahui bahwa Raditya tidak pernah melupakan jasa besar Agus. Dimana setelah ia dinyatakan sehat dari perawatan di RSU Kasih Ibu Saba, ia bersama keluarganya langsung datang ke Pantai Purnama.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Perselisihan Berujung Korban Tewas dengan Obeng Menancap di Pantai Kuta
Memberikan doa, serta ikut melakukan penyisiran di sepanjang pinggir pantai dari pagi hingga malam. Saat ia mendapat kabar bahwa Agus telah ditemukan, ia langsung menuju lokasi,. Pada Senin malam kemarin, tangisnya pun pecah. Sebab karena dirinya, seseorang pemuda gagah yang sebelumnya tidak dikenalnya harus meregang nyawa.
"Ya, kemarin Raditya sangat sedih begitu melihat Agus ditemukan dalam keadaan meninggal. Ia terus menatap jenazah Agus sambil menangis," ujar seorang sumber.
Baca juga: TRAGIS Dekati Cewek di Kawasan Kuta, Berakhir Tewas dengan Obeng Tertancap di Kepala
Saat ini jenazah Agus masih dititipkan di RSUD Sanjiwani Gianyar. Selain Raditya, semua keluarga Agus masih terpukul atas musibah ini. Bahkan, orangtua Agus sempat pingsan saat menerima kabar duka. Karena kesedihan ini, mereka pun tidak bisa melakukan perjalanan dari Sulawesi ke Bali.
Kelihan Dusun Banjar Telabah, I Made Imam Budaya Putra mengatakan, dirinya juga masih sangat bersedih atas berita duka ini. Ia mengatakan Agus memang lahir di Sulawesi. Sebab sejak kakeknya sudah bertransmigrasi ke Sulawesi.
Meski demikian, hubungan keluarganya di Sulawesi dengan keluarga di Banjar Telabah masih sangat dekat, sehingga sekitar tahun 2018, Agus tinggal di Banjar Telabah di rumah bibinya, serta bekerja pada usaha catering milik warga Banjar Telabah.
"Selama di sini, Agus orangnya aktif di organisasi kepemudaan. Sehari-hari kerja di catering milik warga,” ujarnya.
Terkait prosesi jenazah Agus apakah akan diupacarai di Banjar Telabah atau di Sulawesi, Putra mengatakan hal tersebut masih menunggu kesepakatan keluarga. (*)
| HUT Kota Gianyar Bali, Pemkab Gaungkan Olahraga Tradisional |
|
|---|
| Deputi PAN-RB Puji Pelayanan Penuh Senyum MPP Gianyar Bali, Manfaatkan Kemajuan Teknologi |
|
|---|
| ANTISIPASI Gangguan Keamanan Dampak Kondisi Global, Polres Gianyar Cek Kesiapan Sarpras dan Pasukan! |
|
|---|
| Gianyar Berikan Penghargaan Parama Satya Budaya Pada Made Djimat, Bawa Seni Bali Ke Panggung Dunia |
|
|---|
| Cegah Bullying Di Medsos, Polres Gianyar Edukasi Siswa SMA PGRI Blahbatuh Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jenazah-Agus-di-Pantai-Saba.jpg)