Harga Kebutuhan Pokok di Bali
Dampak Perang, Pedagang Di Gianyar Bali Hadapi Daya Beli Turun Dan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Ni Ketut Ari, Senin 20 April 2026 mengatakan, saat ini dirinya kebingungan dengan harga yang terus mengalami kenaikan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pedagang: Seorang pedagang nasi goreng di pusat Kota Gianyar, Bali, Senin 20 April 2026. Dampak Perang, Pedagang Di Gianyar Bali Hadapi Daya Beli Turun Dan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Diketahui bahwa tipat cantok yang dijual Asri, biasanya berisi telur goreng atau telur mata sapi sesuai permintaan pelanggan.
Saat ini, harganya minyak goreng jenis curah naik, dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu untuk ukuran 600 ml.
Harga telur ukuran tanggung dari Rp 50 ribu per krat menjadi Rp 52 ribu.
Meski demikian, Asri memilih untuk mempertahankan harga. Sebab saat ini daya beli masyarakat sangat lemah.
"Daya beli masyarakat lemah, biasanya selain beli tipat cantok, juga beli kerupuk, es gula, tapi sekarang cukup beli tipat saja. Kalau harganya saya naikkan, takutnya pelanggan kabur," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Baca Juga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dampak-Perang-Pedagang-Di-Gianyar-Bali-Hadapi-Daya-Beli-Turun-Dan-Kenaikan-Harga-Bahan-Pokok.jpg)