Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Pertanian Di Gianyar Bali Tak Bisa Lepas Dari Padi, LTT Jagung Hanya 13,5 Hektare

hingga saat ini belum ada petani yang secara khusus menanam jagung lokal sebagai alternatif pangan pokok. 

Istimewa
Panen: Aparat kepolisian Polsek Blahbatuh saat membantu petani di Kabupaten Gianyar, Bali panen jagung, belum lama ini. Pertanian Di Gianyar Bali Tak Bisa Lepas Dari Padi, LTT Jagung Hanya 13,5 Hektare 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Hingga awal April 2026, luas tambah tanam (LTT) komoditas jagung di Kabupaten Gianyar baru mencapai 13,5 hektare. 

Penanaman tersebar di Kecamatan Sukawati seluas 9 hektare, sementara sisanya berada di Kecamatan Blahbatuh, Bali

Sampai saat ini, animo petani terhadap komoditas jagung masih minim. Mereka masih mengandalkan padi.

Pejabat Fungsional Pengawas Benih Tanaman Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Gianyar, Gusti Ayu Sugitarina Oka, Kamis 23 April 2026, menjelaskan bahwa penanaman jagung umumnya dilakukan pada masa jeda tanam padi. 

Baca juga: RESAH Petani Sawah Dikapling, Khawatir Lahan Produktif di Klungkung Kian Menyusut

Jagung yang dibudidayakan pun didominasi varietas jagung manis yang lebih banyak digunakan untuk kebutuhan kuliner, seperti jagung rebus, bukan sebagai pengganti makanan pokok.

“Penanaman jagung biasanya dilakukan oleh pihak saudagar dengan sistem kontrak lahan. Pemanfaatannya lebih ke konsumsi kuliner,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada petani yang secara khusus menanam jagung lokal sebagai alternatif pangan pokok. 

Konsumsi jagung di masyarakat masih terbatas, misalnya dalam bentuk nasi jagung pada menu tertentu.

Sugitarina mengatakan hingga saat ini, petani di Kabupaten Gianyar masih fokus memproduksi beras. 

Karena itu, produksi gabah di Gianyar masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Hingga kini, LTT tanaman padi telah mencapai 6.315 hektare. 

Sebagian petani tengah bersiap memasuki masa tanam kedua tahun 2026, sementara lainnya mendekati masa panen.

Pada tahun 2026, LTT padi ditargetkan mencapai 23.516 hektare, dengan luas baku lahan pertanian tercatat 9.992 hektare. 

Penurunan luas baku lahan terjadi akibat kerusakan sekitar 600 hektare lahan pada 2025 lalu, yang disebabkan hujan berkepanjangan hingga merusak saluran irigasi. 

Saat ini, sebagian jaringan irigasi telah diperbaiki dan kembali dapat difungsikan.

Dari total luas tanam tahun 2025, produksi gabah di Gianyar mencapai 94.505 ton, yang dinilai masih ideal untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat setempat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved