Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Kasus DBD di Gianyar Terus Menanjak Naik, Sudah Capai 283 kasus

Data Dinas Kesehatan Gianyar yang dihimpun, Jumat 22 Mei 2026, menunjukkan sejak Januari hingga April 2026

Tayang:
Freepik
ILUSTRASI nyamuk 

 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Suasana pagi di sejumlah permukiman di Kabupaten Gianyar, Bali belakangan ini mulai diwarnai kekhawatiran. Di tengah cuaca yang tak menentu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Data Dinas Kesehatan Gianyar yang dihimpun, Jumat 22 Mei 2026, menunjukkan sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 260 kasus DBD tersebar di berbagai wilayah. Meski belum ada korban meninggal dunia, tren peningkatan kasus terjadi hampir setiap bulan.

Pada Januari tercatat 49 kasus, kemudian naik menjadi 55 kasus pada Februari. Memasuki Maret, jumlahnya meningkat menjadi 72 kasus, dan April kembali melonjak hingga 84 kasus. Bahkan hingga pertengahan Mei, sudah tercatat tambahan 23 kasus baru.

Baca juga: Dua Ekor Sapi Warga Abang Karangasem Raib Digondol Maling, Kerugian Capai Rp23 Juta

Wilayah kerja Puskesmas Sukawati I menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Dari total 62 kasus yang tercatat, Desa Kemenuh menyumbang 22 kasus, disusul Desa Sukawati sebanyak 15 kasus.

Di kawasan Ubud, angka kasus juga cukup tinggi. Puskesmas Ubud I mencatat 44 kasus, dengan Kelurahan Ubud sebanyak 13 kasus dan Desa Petulu 12 kasus. Sementara di wilayah Blahbatuh I tercatat 25 kasus, terbanyak berasal dari Desa Keramas dan Desa Bona.

Baca juga: Belasan Sekolah di Jembrana Ajukan Tambahan Isian Rombel, Maksimal 40 Orang Satu Kelas

Kondisi ini membuat pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap gejala DBD


Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, mengatakan banyak pasien justru merasa aman ketika demam mulai turun, padahal fase tersebut bisa menjadi masa paling berbahaya.


“Pada fase kritis, risiko kebocoran plasma, penurunan trombosit hingga perdarahan bisa meningkat drastis. Karena itu masyarakat jangan menunda memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.


Menurutnya, gejala DBD biasanya diawali demam tinggi mendadak yang disertai sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, hingga muncul bintik merah pada tubuh. Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami nyeri perut hebat dan muntah terus-menerus.


Untuk menekan penyebaran penyakit, Pemkab Gianyar menggencarkan Gerakan Pencegahan Antisipasi Lonjakan DBD melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Aparat desa hingga kelurahan diminta aktif mengajak warga membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.


Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus melakukan penyelidikan epidemiologi, fogging fokus, pembagian larvasida, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.


"Kami berharap kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah lonjakan kasus DBD di Gianyar," ujar Ariyuni. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved