Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Program Desa Tulikup Bali, Beri Bantuan Babi Saat Piodalan di Pura

Sebanyak 17 pura menerima bantuan dengan nilai sekitar Rp 11 juta per pura, yang setara dengan dua ekor babi. 

Tayang:
Istimewa
Perbekel Tulikup, I Made Ardika. Program Desa Tulikup Bali, Beri Bantuan Babi Saat Piodalan di Pura 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemerintah Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, meluncurkan program punia berupa bantuan babi untuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan di pura setempat. 

Program yang baru berjalan sekitar dua bulan ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena dinilai mampu meringankan beban krama dalam menyiapkan sarana upacara.

Perbekel Tulikup, I Made Ardika, Selasa 2 Juni 2026 mengatakan, bantuan tersebut diberikan pada Pura Dang Kahyangan dan Pura Kahyangan Tiga yang ada di wilayah Desa Tulikup. Total pura yang ada di sini sebanyak 17.

Desa ini memiliki 11 banjar adat, 7 banjar dinas, serta terbagi dalam dua desa adat, yakni Desa Adat Tulikup Kelod dan Desa Adat Tulikup Kaler.

Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih di Karangasem, Dibagikan ke 150 KK

Menurut Ardika, gagasan program ini muncul setelah melihat kondisi keuangan desa yang cukup baik. 

Pendapatan Asli Desa (PADes) saat ini mencapai sekitar Rp 300 juta, yang sebagian besar bersumber dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor penjualan gas, sembako, dan pengelolaan pasar desa.

"Menjelang Galungan muncul usulan dari rekan-rekan BPD dan para kelian. Setelah melihat kemampuan keuangan desa, kami sepakat memberikan bantuan untuk pura, dan kebetulan piodalan pura di Desa Tulikup banyak yang jatuhnya berdekatan dengan Hari Raya Galungan," ujarnya.

Sebanyak 17 pura menerima bantuan dengan nilai sekitar Rp 11 juta per pura, yang setara dengan dua ekor babi. 

Namun jumlah bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pura dan jumlah krama yang ada.

"Kalau jumlah krama sedikit, bantuan juga disesuaikan. Seperti di Banjar Siyut yang hanya memiliki sekitar 100 kepala keluarga, kami berikan satu ekor babi karena jika diberikan dua justru akan menjadi beban dalam pengelolaannya," jelasnya.

Ardika menegaskan pemilihan bantuan dalam bentuk babi bukan tanpa alasan. 

Keputusan tersebut merupakan aspirasi masyarakat, mengingat babi menjadi salah satu sarana penting dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan di Bali.

Selain membantu kebutuhan upacara, kata Ardika, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga, karena seluruh babi yang disalurkan dibeli langsung dari peternak lokal di Desa Tulikup.

"Ini memang permintaan masyarakat. Babi merupakan bagian dari sarana upacara, dan seluruhnya kami beli dari warga sendiri, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," katanya.

Ia berharap program punia ini dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat, sekaligus membantu krama yang kondisi ekonominya masih terbatas dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved