Berita Jembrana
Di hadapan Kapolres AKBP Kadek Citra, Nelayan di Jembrana Curhat Sulit Dapat BBM Subsidi
Polres Jembrana melaksanakan Jumat Curhat bersama kelompok nelayan di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jumat (17/10/2025).
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Polres Jembrana melaksanakan Jumat Curhat bersama kelompok nelayan di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jumat (17/10/2025).
Nelayan setempat mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan BBM subsidi.
Polisi kemudian menyarankan agar kelompok nelayan melengkapi persyaratan administrasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait.
Baca juga: Ada 99 Kasus Positif Rabies di Jembrana hingga Oktober 2025, Total HPR Divaksin Capai 21 Ribu Ekor
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, tujuan mengajak para nelayan berdialog langsung untuk mendengarkan dan membantu masyarakat dalam setiap persoalan di lapangan.
"Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan imbauan, tapi juga untuk mendengar langsung apa yang menjadi kesulitan bapak-bapak nelayan. Polri hadir untuk melayani dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat," AKBP Kadek Citra, Jumat (17/10).
Perwira melati dua di pundak ini juga menyampaikan pesan kamtibmas, di antaranya agar para nelayan dan keluarga selalu menaati peraturan lalu lintas, menggunakan helm, dan berhati-hati di jalan.
Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan rumah sebelum ditinggal melaut, seperti memastikan dupa, kompor, dan listrik dalam keadaan aman untuk mencegah kebakaran.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dengan menjauhi tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Jangan sampai emosi sesaat merusak kebahagiaan keluarga. Jadilah pelindung dan teladan bagi anak dan istri," pesannya dengan nada penuh empati.
Baca juga: Kadek Joni Nahkodai Golkar Jembrana 5 Tahun Kedepan, Pengurus Baru akan Libatkan Pengurus Lama
Menanggapi keluhan nelayan terkait sulitnya mendapatkan BBM subsidi, Kapolres Jembrana menyarankan agar kelompok nelayan melengkapi persyaratan administrasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait.
"Kami akan bantu komunikasikan dengan pihak terkait agar persoalan BBM subsidi ini bisa dicarikan jalan keluarnya.
Harapannya, nelayan bisa bekerja dengan tenang dan hasil tangkapannya bisa meningkat," ungkapnya.
Penyuluh perikanan Putu Adi Suputra menambahkan bahwa pihaknya juga terus berupaya membantu nelayan agar bisa memenuhi syarat administrasi pembelian BBM subsidi, meski masih menemui beberapa kendala teknis di lapangan.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.
"Gunakan lampu penerangan di perahu, perhatikan cuaca, dan jangan ragu berkoordinasi dengan Polairud jika mengalami kendala di laut. Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan," tegasnya. (mpa)
| Penyu Lekang Ditemukan Mati di Pesisir Yehembang Bali, Tak Ada Luka, Dikubur di Sekitar Lokasi |
|
|---|
| Residivis Curat Gondol Sepeda Federal Warga Jembrana, Baru Lima Bulan Keluar Penjara |
|
|---|
| Seorang Pedagang Meninggal di Gilimanuk Bali, Diduga Karena Penyakit Jantung |
|
|---|
| Belum Ada Petunjuk Penerapan Bahasa Prancis di Sekolah, Ini Penjelasan Kadisdikpora Jembrana |
|
|---|
| Warga Banyuwangi Meninggal di Gilimanuk, Kondisi Melemah Saat Hendak Naik Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/DIALOG-Polres-Jembrana-melaksanakan-Jumat-Curhat-bersama-kelompok-nelayan.jpg)