Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kecelakaan di Jembrana

REKAP Kecelakaan di Jembrana, Laka Beruntun Libatkan 5 Kendaraan & Pemotor Tabrak Tronton 

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (9/12), kecelakaan itu akibat truk tronton bermuatan besi diduga mengalami rem blong.

TRIBUN BALI/KOMANG AGUS ARYANTA
KECELAKAAN BERUNTUN – Kondisi lalu lintas setelah terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12). 

TRIBUN-BALI.COM – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12). Kecelakaan itu diketahui terjadi pada sekitar pukul 17.40 Wita. 

Pada kecelakaan beruntun tersebut melibatkan lima kendaraan. Sebanyak 5 unit kendaraan tersebut terdiri dari 2 truk traktor head, 1 truk boks, 1 pikap L300, serta 1 sepeda motor Yamaha Nmax.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (9/12), kecelakaan itu akibat truk tronton bermuatan besi diduga mengalami rem blong. Sopir truk sempat terjepit dalam kabin. Sopir tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan selamat.  

Kapolsek Selemadeg, Tabanan Kompol I Wayan Suastika menceritakan kecelakaan bermula saat truk traktor head bernopol B 9120 UEL yang dikemudikan Slamet (46), asal Batang, Jawa Tengah, melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat melintas di turunan landai, kondisi lalu lintas di depan macet.

Saat itu sopir berusaha mengerem, namun diduga sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik. Menghindari tabrakan yang lebih fatal, Slamet membanting setir ke kanan hingga melewati as jalan.

Baca juga: MAUT Gagal Nyalip, Wanita Hamil Tewas Terlindas Truk di Jimbaran!

Baca juga: ANGIN Puting Beliung dari Laut Rusak 3 Atap Bangunan di Jembrana, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem!

“Truk tersebut kemudian menyerempet sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi DK 3785 GAZ,” kata dia, Selasa (9/12). 

Saat itu, truk masih terus melaju dan menabrak bagian belakang traktor head B 9802 BEH yang dikemudikan Rohmat (43), serta menabrak truk boks B 9376 KEU yang dikemudikan Eye Suherlan (47) dari arah berlawanan.

Benturan tersebut membuat truk plat nomor B 9802 BEH yang dikendarai Rohmat terdorong ke depan hingga menabrak pikap L300 DK 8126 BM yang dikemudikan Muhammad Subhan (43), warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat menerima laporan, pihaknya bersama unit Laka lantas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah langkah dilakukan, antara lain mengamankan TKP, mencatat identitas pengemudi dan saksi, mengecek kondisi korban ke Puskesmas Selemadeg, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas. 

“Barang bukti kendaraan juga telah diamankan. Situasi lalu lintas yang sempat tersendat kini telah kembali normal dan lancar,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini. Kendati demikian, dampaknya terasa hingga keesokan hari karena antrean panjang kendaraan di jalur vital tersebut tidak segera terurai. Antrean kendaraan atau kemacetan hingga di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (9/12). 

Jika dari TKP, kemacetan hingga pukul 11.00 WITA tadi sudah mencapai sekitar 15 kilometer lebih. Petugas Polsek Pekutatan kemudian melakukan pengaturan lalu lintas.

“Nggih, barusan sudah sampai di Gumbrih (ekor kemacetan) dampak Lakalantas di Tabanan,” ungkap Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi, Selasa (9/12) siang. 

Dia menyebutkan, personel kemudian dikerahkan untuk lakukan pengamanan serta pengaturan lalul intas agar tidak ada kendaraan yang saling serobot.

“Kami mohon pengendara bersabar dan tidak saling menyalip ketika menghadapi kemacetan untuk menjaga kelancaran lalu lintas,” imbaunya.

Antrean kendaraan juga terjadi sore kemarin menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana

Penyebabnya bukan cuaca buruk. Namun, karena arus lalu lintas di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang sempat tersendat karena kecelakaan sudah mulai normal pasca evakuasi. Sehingga, seluruh kendaraan yang mengantre sejak kemarin menumpuk di Gilimanuk. 

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah menyebutkan, antrean kendaraan saat ini atau sekitar pukul 19.00 WITA sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

“Bukan karena cuaca buruk, melainkan karena jalur dari Denpasar ke Gilimanuk terhambat karena ada kecelakaan, baru sore tadi lancar sehingga ke pelabuhan datang berbarengan. Saat ini antrean terus bergerak,” ungkap Didi saat dikonfirmasi, Selasa (9/12). 

Dia menyebutkan, kondisi ini berbanding terbalik dengan waktu pagi hingga siang hari. Pasca terjadinya Lakalantas di wilayah Tabanan tersebut, Pelabuhan Gilimanuk justru sepi aktivitas.

“Sejak pagi cuaca normal, bahkan tadi pagi pelabuhan kosong sekali, tidak ada kendaraan karena terhambat di Tabanan ke timur,” ungkapnya. 

Terpisah, Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto mengatakan hal senada. Antrian kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang terjadi saat ini adalah dampak dari peristiwa lakalantas di wilayah Tabanan.

“Sejak sore tadi (kemarin) mungkin setelah evakuasi kendaraan yang akan menyeberang ke Banyuwangi baru tiba di Gilimanuk,” ujarnya. (gus/mpa)

Sebuah truk yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk pada Senin 8 Desember 2025
Sebuah truk yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk pada Senin 8 Desember 2025 (Istimewa)

Pemotor Tabrak Tronton di Jalur Tengkorak

Kecelakaan juga terjadi di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Senin (8/12) malam. Seorang pengendara motor menabrak truk tronton yang sedang parkir dalam kondisi mogok.

Akibatnya, pengendara asal Banyuwangi Jawa Timur tersebut menderita luka robek pada bibir dan pahanya. Sementara, sepeda motornya rusak di bagian depan.

Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi pada kilometer 94-95 Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, sekitar pukul 20.30 WITA.

Lakalantas tersebut melibatkan satu unit sepeda motor N Max P 5802 QBI dengan truk tronton nomor polisi S 9068 UJ. 

Bermula dari truk tronton yang dikemudikan Rizky Gian Rahmad (19) bersama penumpangnya Tukiyo Hadi Mulyono (52) bergerak dari arah timur menuju barat atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. 

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang saat itu hujan, truk tronton justru mengalami troble karena aki kendaraan sudah tidak berfungsi sehingga kendaraan mati. 

Kemudian setelah beberapa jam mogok di TKP, sekitar pukul 20.30 WITA datang sepeda motor yang dikemudikan Angga Saputra (22) dari arah yang sama. Tak disangka, dia justru menabrak bagian belakang kanan truk tronton tersebut. 

Akibat kejadian tersebut, pengendara motor tersebut masih dalam kondisi sadar namun bibir bagian atas luka robek dan paha sebelah kiri luka robek. Ia kemudian dievakuasi ke Faskes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. 

“Satu orang luka-luka karena menabrak bagian belakang truk tronton yang berhenti karena mogok tersebut,” ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa (9/12). 

Dia mengimbau, seluruh pengendara agar tetap memperhatikan kondisi lalu lintas terlebih lagi saat malam hari dan disertai hujan.

Kemudian pemilik kendaraan yang berhenti di pinggir jalan agar tetap memasang rambu-rambu sebagai antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.

“Tolong pantau kondisi lalulintas saat berkendara, apalagi di jalan raya wilayah Jembrana yang merupakan jalur nasional,” imbaunya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved