Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Pendakian Gunung Agung Ditutup 3 Pekan, Serangkaian Upacara IBTK Besakih

Aktivitas pendakian ke Gunung Agung ditutup sementara selama rangkaian upacara besar,

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pendakian ke Gunung Agung Ditutup Sementara 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Aktivitas pendakian ke Gunung Agung ditutup sementara selama rangkaian upacara besar, Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, tahun 2026.

Penutupan ini berlaku mulai 29 Maret hingga 25 April 2026. Kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari imbauan resmi panitia karya bersama desa adat setempat, untuk menjaga kesucian selama upacara di pura yang lokasinya berada di kaki Gunung Agung tersebut.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, menegaskan,  penghentian sementara aktivitas pendakian merupakan bentuk penghormatan terhadap kesucian kawasan.

Baca juga: Curhat PPPK di Bali, Baru 2 Tahun Diangkat Kini Terancam Dipecat, Jangan Korbankan Kami

"Pendakian ke Gunung Agung ditutup mulai dari tanggal 29 Maret sampai dengan 25 April 2026. Diharapkan himbauan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan tertib, serta dapat dipatuhi dengan penuh rasa tanggung jawab secara sekala-niskala," ujar Widiartha belum lama ini.

Ia mengatakan,  Gunung Agung dan Pura Besakih tidak bisa dipisahkan secara spiritual karena berada dalam satu kesatuan wilayah suci.

Baca juga: Kadishub Bali Diminta Segera Rancang Pelabuhan Khusus Logistik Tak Terpusat di Gilimanuk 

Menurutnya, selama karya berlangsung, masyarakat maupun pendaki diharapkan mematuhi aturan tersebut dengan penuh kesadaran, baik secara sekala maupun niskala. 


Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, jalur pendakian akan kembali dibuka seperti biasa.


"Setelah karya usai, jalur pendakian akan kembali dibuka seperti biasa," katanya. 


Karya IBTK sendiri menjadi salah satu upacara terbesar di Bali yang digelar selama 21 hari
 Rangkaian ritual telah dimulai sejak awal Maret dengan sejumlah tahapan upacara, mulai dari persiapan hingga prosesi utama.


Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kedasa. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan upacara penganyar oleh kabupaten/kota se-Bali hingga penutupan.


Dengan adanya penutupan ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan, sekaligus menghormati jalannya upacara keagamaan di kawasan suci tersebut. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved