Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Temuan Penyakit LSD di Bali, Petani di Klungkung Diminta Waspada Datangkan Bibit Sapi

Temuan Penyakit LSD di Bali, Petani di Klungkung Diminta Waspada Datangkan Bibit Sapi

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
Kondisi peternakan sapi di Klungkung. dok 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -  Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung meminta para peternak sapi meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Bali.

Meski demikian, hingga saat ini Klungkung dipastikan masih bebas dari laporan kasus LSD pada ternak sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Provinsi Bali, penyakit LSD terdeteksi di lima desa di Kabupaten Jembrana.

Kondisi tersebut menjadi peringatan dini bagi daerah lain, termasuk Klungkung, agar memperketat pengawasan lalu lintas ternak.

Baca juga: TEWAS Usai Kecelakaan Maut di Simpang Surapati-Kepundung Denpasar, Korban Ngebut & Manuver Zig-zag!

“Di Klungkung sampai saat ini belum ada laporan kasus LSD pada sapi. Mudah-mudahan tidak ada. Namun petani tetap kami minta waspada, terutama saat mendatangkan bibit sapi dari luar daerah,” ujar Juanida, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, LSD merupakan penyakit pada sapi yang disebabkan oleh virus. Gejala yang paling mudah dikenali adalah munculnya bentol-bentol pada kulit sapi. Meski tingkat kesembuhan penyakit ini tergolong tinggi, LSD dapat menimbulkan dampak ekonomi karena menyebabkan cacat pada kulit ternak, sehingga menurunkan nilai jual sapi.

Baca juga: Hitung-hitungan Kredit KUR BPD Bali Januari 2026, Syarat Pinjaman, Plafon Angsuran dan Dokumen

Juanida menambahkan, pencegahan LSD salah satunya dapat dilakukan melalui vaksinasi saat ternak dalam kondisi sehat. Namun saat ini, vaksin LSD belum tersedia di Bali. Oleh karena itu, upaya pencegahan difokuskan pada pengendalian penyebaran virus.


“Penyebaran LSD terjadi melalui vektor, salah satunya lalat. Karena itu, peternak kami imbau rutin melakukan desinfeksi serta menjaga kebersihan kandang,” jelasnya.


Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian Klungkung telah menurunkan tim ke sejumlah kelompok ternak untuk melakukan sosialisasi. Peternak diminta lebih selektif dalam membeli bibit sapi, terutama dari wilayah yang terindikasi terjangkit LSD, serta meminimalkan lalu lintas keluar masuk ternak.


“Kami sudah sampaikan kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan. Informasi tentang penyakit ini sudah kami sosialisasikan agar risiko penularan bisa ditekan,” ungkap Juanida. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved