Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Jelang Mudik Nyepi dan Lebaran, Warga Diingatkan Cabut Alat Elektronik Hingga Regulator Gas

Jelang Mudik Nyepi dan Lebaran, Warga Diingatkan Cabut Alat Elektronik Hingga Regulator Gas

Istimewa
Foto ilustrasi mudik. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Menjelang mudik serangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, warga diingatkan untuk mengantisipasi resiko kebakaran ketika rumah ditinggal pulang kampung dalam kurun waktu cukup lama. 

Hal ini berkaca dari kejadian kebakaran, saat rumah ditinggal mudik.

"Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang rangkaiannya hampir bersamaan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing," ujar Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Dewa Putu Suwarbawa, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: ART di Denpasar Bali Kuras Perhiasan dan Uang Majikannya, Kini Berakhir di Tangan Polisi

Ia berkaca dari kejadian Idul Fitri tahun sebelumnya, pernah terjadi kebakaran kamar kost di Kota Semarapura saat ditinggal penghuninya mudik ke kampung halaman. Ternyata ada barang elektronik yang lupa dicabut dari listrik, sehingga konslet dan memicu terjadinya kebakaran.

"Menjelang mudik lebaran, bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama, agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman," ungkap Suwarbawa.

Baca juga: Cetak SDM Pariwisata Berstandar Global di Bali, Indonesia-Swiss Garap Poros Hospitality Asia Pasifik

Ia meminta warga selalu memeriksa kembali instalasi listrik, cabut peralatan listrik yang tidak digunakan, matikan kompor, serta pastikan tidak ada sumber api yang dapat memicu kebakaran.


"Regulator gas juga pastikan sudah dicabut. Pastika tidak ada dupa menyala, saat rumah hendak ditinggal pulang kampung," ungkap dia.


Ia juga mengatakan, menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri, biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk kedatangan penduduk pendatang. Oleh karena itu, Satpol PP Kabupaten Klungkung bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, serta pecalang desa adat akan melaksanakan kegiatan pengawasan dan pendataan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.


Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan keberadaan penduduk pendatang kepada aparat desa atau kepala lingkungan setempat, sehingga administrasi kependudukan tetap tertib dan keamanan wilayah dapat terjaga bersama.


Sehingga rangkaian perayaan hari besar keagamaan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan saling menghormati. Sinergi antara aparat pemerintah, aparat keamanan, serta pecalang sebagai unsur pengamanan adat baginya sangat penting dalam menjaga harmoni dan ketertiban di masyarakat.


“Melalui kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat, kami berharap situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Klungkung tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman," harapnya. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved