Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Restorasi Pemedal Agung di Klungkung Masih Terkendala Status Lahan Kerta Gosa

Pemkab Klungkung berencana akan melakukan restorasi terhadap bangunan bersejarah Pemedal Agung.

Tayang:
ISTIMEWA
BANGUNAN BERSEJARAH - Wisatawan mengunjungi objek Pemedal Agung, yang merupakan peninggalan bersejarah di Klungkung, Selasa (7/10). Pemkab Klungkung akan gelar Heritage Festival, untuk beri pngalaman wisatawan bekunjung ke pusat kerajaan di Bali masa silam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung berencana akan melakukan restorasi terhadap bangunan bersejarah Pemedal Agung. Hanya saja realisasi restorasi tersebut masih terkendala status lahan Kerta Gosa.

Dinas Kebudayaan Klungkung pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran Rp 6 miliar, untuk mendukung program pemerliharaan kawasan Kerta Gosa, dengan fokus utama kegiatan restorasi Pemedal Agung.

Namun hingga memasuki catur wulan pertama 2026, restorasi Pemedal Agung tidak kunjung dimulai.

Baca juga: 925 Penumpang Turun di Pelabuhan Benoa, Dukcapil Denpasar Gelar Sidak Kependudukan

Kepala Dinas Kebudayaan Wayan Suteja mengatakan, saat ini restorasi pemedal agung belum dapat dimulai karena belum adanya titik teranh terkait status lahan Kerta Gosa. Ia khawatir jika tidak ada kesepakatan terkait aset lahan, restorasi Pemeda Agung tidak kunjung dapat dilakukan.

Terlebih restorasi memerlukan waktu cukup lama,  harus dikerjakan dengan mengdepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga keaslian.

Baca juga: Pemkab Jembrana Tindaklanjuti Kasus PMI asal Jembrana di Florida, Kini Dalam Penyelidikan

Selain itu dalam prosesnya harus melibatkan tenaga ahli di bidang konservasi bangunan bersejarah, arkeolog, serta budayawan.
  
“Ada kekhawatiran rencana restorasi tidak jalan tahun ini. Kalau aset belum jelas tidak berani juga memaksakan (menjalankan program) apalagi anggarannya cukup besar,” ujar Suteja, Rabu (8/4/2026).


Restorasi yang tidak kunjung direalisasikan, memicu kekhawatiran bangunan Pemedal Agung kian rusak. Terlebih Pemeda Agung merupakan gapura Kerajaan Klungkung, yang menjadi saksi bisu Perang Puputan Klungkung pada tahun 1908. 


Bangunan bersejarah tersebut kondisinya saat ini sudah rusak cukup parah. Bagian bangunan
 banyak retak, bahkan beberapa bagian sudah terlepas. 


Kondisi itu disebabkan karena usia bangunan sudah cukup tua, selain karena faktor alam sehingga terjadi penurunan kualitas fisik bangunan.  (Mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved