Berita Klungkung
Restorasi Pemedal Agung di Klungkung Masih Terkendala Status Lahan Kerta Gosa
Pemkab Klungkung berencana akan melakukan restorasi terhadap bangunan bersejarah Pemedal Agung.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung berencana akan melakukan restorasi terhadap bangunan bersejarah Pemedal Agung. Hanya saja realisasi restorasi tersebut masih terkendala status lahan Kerta Gosa.
Dinas Kebudayaan Klungkung pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran Rp 6 miliar, untuk mendukung program pemerliharaan kawasan Kerta Gosa, dengan fokus utama kegiatan restorasi Pemedal Agung.
Namun hingga memasuki catur wulan pertama 2026, restorasi Pemedal Agung tidak kunjung dimulai.
Baca juga: 925 Penumpang Turun di Pelabuhan Benoa, Dukcapil Denpasar Gelar Sidak Kependudukan
Kepala Dinas Kebudayaan Wayan Suteja mengatakan, saat ini restorasi pemedal agung belum dapat dimulai karena belum adanya titik teranh terkait status lahan Kerta Gosa. Ia khawatir jika tidak ada kesepakatan terkait aset lahan, restorasi Pemeda Agung tidak kunjung dapat dilakukan.
Terlebih restorasi memerlukan waktu cukup lama, harus dikerjakan dengan mengdepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga keaslian.
Baca juga: Pemkab Jembrana Tindaklanjuti Kasus PMI asal Jembrana di Florida, Kini Dalam Penyelidikan
Selain itu dalam prosesnya harus melibatkan tenaga ahli di bidang konservasi bangunan bersejarah, arkeolog, serta budayawan.
“Ada kekhawatiran rencana restorasi tidak jalan tahun ini. Kalau aset belum jelas tidak berani juga memaksakan (menjalankan program) apalagi anggarannya cukup besar,” ujar Suteja, Rabu (8/4/2026).
Restorasi yang tidak kunjung direalisasikan, memicu kekhawatiran bangunan Pemedal Agung kian rusak. Terlebih Pemeda Agung merupakan gapura Kerajaan Klungkung, yang menjadi saksi bisu Perang Puputan Klungkung pada tahun 1908.
Bangunan bersejarah tersebut kondisinya saat ini sudah rusak cukup parah. Bagian bangunan
banyak retak, bahkan beberapa bagian sudah terlepas.
Kondisi itu disebabkan karena usia bangunan sudah cukup tua, selain karena faktor alam sehingga terjadi penurunan kualitas fisik bangunan. (Mit)
| Shalter Anjing Milik WNA di Nusa Penida Dikeluhkan Warga, Satpol PP Klungkung Turun Mediasi |
|
|---|
| Bupati Made Satria Temui Dua Lansia di Desa Negari, Minta Bantuan Tidak Hanya Sembako |
|
|---|
| Bertahun-tahun Rusak, Berkali-kali Viral, Jalan Sidemen-Klungkung Tidak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
| Kerap Jadi Jalur Macet di Nusa Penida, Perbaikan Jalan Sampalan-Toyapakeh Telan Anggaran Rp50,6 M |
|
|---|
| Pemkab Klungkung Waspadai Hantavirus, Setiap Faskes Diminta Deteksi Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wisatawan-mengunjungi-objek-Pemedal-Agung.jpg)