Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

7 Ekor Penyu Dilepasliarkan di Perairan Nusa Penida, Simak Tujuannya Berikut Ini 

Setelah melalui observasi, penyu dengan ukuran karapas 37 hingga 56 sentimeter dinyatakan siap kembali ke habitatnya. 

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
PELEPASLIARAN – Sejumlah warga, tamu serta CEO Pramana Experience I Wayan Suarsa, Corporate GM Cluster Island Pramana Experience, I Nengah Widiasa, serta manajemen bersama keluarga besar Seven Dreams A Pramana Experience saat pelepasliaran penyu di perairan Nusa Penida, Klungkung, Senin (4/5). 

TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak tujuh ekor penyu dilepasliarkan di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Beberapa penyu tersebut awalnya ditemukan di perairan saat aktivitas snorkeling dan pelayaran, sedangkan lainnya terdampar di pesisir seperti Telaga dan Banjar Nyuh.

Tujuh ekor penyu tersebut dalam kondisi sakit dan luka yang berhasil diselamatkan. Kemudian dilepasliarkan. Tujuh penyu yang dilepas terdiri dari jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas). 

Selama Februari hingga April 2026, satwa dilindungi ini menjalani perawatan setelah ditemukan dengan berbagai kondisi, mulai dari luka akibat sampah laut dan benturan kapal, hingga kelelahan karena terjerat.

Baca juga: KETUA Pansus TRAP Soroti Kepala DLH Bali Rajin Absen, Pol PP Line Tetap Dipasang di KEK Kura-kura!

Baca juga: 10 CALON Paskibraka Seleksi Tingkat Nasional, Kembang Harap Bisa Harumkan Nama Jembrana di Nasional!

“Proses penyelamatan melibatkan nelayan, operator boat, dan pemandu wisata yang menjadi pihak pertama menemukan penyu dalam kondisi membutuhkan pertolongan,” ujar Corporate GM Cluster Island Pramana Experience, I Komang Widana, Senin (4/5).

Penyakit dan infeksi yang memerlukan pemantauan serta pemulihan, proses penyelamatan dilakukan melalui kolaborasi dengan nelayan lokal, operator kapal, dan pemandu snorkeling. Sebelumnya mereka yang menemukan penyu-penyu tersebut dalam kondisi membutuhkan bantuan saat beraktivitas di laut. 

Dikatakan, setiap penyu menjalani masa perawatan dan observasi untuk memastikan kesiapan sebelum dilepasliarkan. Setelah melalui observasi, penyu dengan ukuran karapas 37 hingga 56 sentimeter dinyatakan siap kembali ke habitatnya. 

Pelepasan dilakukan langsung di perairan Nusa Penida dengan melibatkan tamu, staf, dan manajemen resort. CEO Pramana Experience, I Wayan Suarsa, menegaskan  kegiatan ini menjadi inti dari perayaan ulang tahun.

“Kami mendorong ada aksi nyata yang berdampak langsung pada lingkungan,” tegasnya.
Momentum pelepasan penyu juga menjadi ruang edukasi bagi para tamu. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut terlibat dan memahami ancaman yang dihadapi satwa laut, terutama akibat aktivitas manusia dan pencemaran.

Setelah pelepasan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman terumbu karang sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan. 

Sementara itu, instalasi karang di bawah laut dilakukan dengan pendampingan dan dukungan dari para ahli konservasi laut, guna memastikan metode yang tepat serta keberlanjutan ekosistem terumbu karang dalam jangka panjang. 

“Melalui inisiatif seperti konservasi penyu dan penanaman terumbu karang, Seven Dreams A Pramana Experience terus memposisikan diri sebagai destinasi di mana para tamu tidak hanya datang untuk menginap, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” ungkap dia. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved