Berita Klungkung
Pemkab Klungkung Waspadai Hantavirus, Setiap Faskes Diminta Deteksi Dini
Pemkab Klungkung Waspadai Hantavirus, Setiap Faskes Diminta Deteksi Dini
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mencuatnya beberapa kasus Hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia, membuat Dinas Kesehatan Klungkung juga meningkatkan kewaspadaan.
Tim Surveilans dari Dinas Kesehatan Klungkung diminta gencar untuk melakukan pengamatan dan sosialiasi ke masyarakat.
Termasuk setiap faskes (fasilitas kesehatan) mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, diminta deteksi dini untuk penyakit yang dicurigai Hantavirus.
Baca juga: Pamit Beli Sate, Nenek 85 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Pantai Biaung Denpasar
"Sampai saat ini belum ada Hantavirus terdeteksi di Klungkung. Tapi surveilans kami sudah lebih aktif untuk pencegahan dan deteksi penyakit ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, Senin (11/5/2026).
Menurutnya tim surveilans dari Dinas Kesehatan Klungkung, saat ini turun ke desa-desa hingga tingkat dusun. Selain memberikan pemahaman ke masyarakat terkait Hantavirus, serta upaya-upaya pencegahan.
Baca juga: Gunung Batukaru Telan Nyawa Made Dibya, Jenazah Ditemukan di Jurang Sedalam 90 Meter
"Ditingkat faskes juga kami perketat screeningnya. Saya minta faskws segera membuat laporan dan penaganan jika menerima pasien mengarah ke Hantavirus," ungkap dia.
Menurutnya Hantavirus yang sedang mencuat di Indonesia penularannya melalui tikus. Namun menurutnya sejauh ini, belum ada bukti dan kejadian tikus di Bali, khususnya di Klungkung menularkan Hantavirus.
Terkait kecurigaan penularan melalui kapal pesiar internasional, hal ini menjadi kewaspadaan juga. Mengingat tidak sedikit warga Klungkung, juga bekerja sebagai PMI di kapal pesiar.
"Surveilans kami tidak spesifik ke PMI, tapi ke masyarakat secara menyeluruh," jelasnya.
I Gusti Ayu Ratna Dwijawati mengatakan, Hantavirus merupakam penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthohantavirus. Virus ini ditularkan hewan pengerat seperti tikus.
"Penyakit ini menyerang pernafasan," ungkap
Ratna Dwijawati
Gejala awal penyakit ini seperti demam, nyeri otot, sakit kepala dan lemas. Dalam kasus berat, dapat menyebabkan sesak nafas berat, gangguan paru-paru dan penutunan saturasi oksigen secara drastis.
Penularan secara umum karena menghirup udara terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus. Terpapar debu di ruangan tertutup yang terkontaminasi, kontak dengan permukaan terkontaminasi, dan gigitan tikus.
Pencegahan seperti jaga kebersihan rumah dan lingkungan, hindari kontak dengan tikur dan kotorannya, gunakan disinfektan saat membersihkan area berisiko, gunakan pelindung saat bersih-bersih, dan segera periksa jika muncul gejala setelah paparan. (mit)
| HAKI Jangan Hanya Pengakuan Formalitas, Harus Berikan Kesejahteraan Bagi Perajin di Klungkung |
|
|---|
| ADU Mekanik & Mental Ratusan Pendekar Bakti Negara di Gor Swecapura Klungkung! |
|
|---|
| Ngaku Dibegal, Polsek Nusa Penida Temukan Kejanggalan, Ternyata Uang Rp1 Juta Dipakai untuk Ini |
|
|---|
| Pria Ini Nekat Berbohong Jadi Korban Begal, Padahal Uang Habis Dipakai Foya-foya di Nusa Penida Bali |
|
|---|
| Dewan Ungkap Pembiaran Pelanggaran Tata Ruang Picu Kawasan Kumuh Baru di Klungkung Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Klungkung-Bali-Waspadai-Hantavirus-Setiap-Faskes-Diminta-Deteksi-Dini.jpg)