Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

BUNTUT Kenaikan Harga Pertamax, Warga Klungkung Khawatir Hal Ini Terjadi

BUNTUT Kenaikan Harga Pertamax, Warga Klungkung Khawatir Pertalite Langka

Tayang:
Istimewa/Pertamina Patra Niaga
Ilustrasi pengisian BBM di Pertamina 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Adanya kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat mulai di Klungkung mulai resah. 

Mereka pun berharap BBM bersibsidi nantinya tidak langka, karena kemungkinan meningkatnya peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite.

Seperti yang diungkapkan seorang warga Klungkung, Made Juli Hendrawan. Ia khawatir kenaikan harga Pertamax justru membuat semua kendaraan khususnya roda dua beralih ke Pertalite.

Nantinya yang dikhawatirkan, Pertalite menjadi langka karena ketersediaannya yang sangat terbatas.

Baca juga: Wayan Sukadana Bongkar Tren Taktik Piala Dunia 2026, Low Block dan Counter Attack Jadi Senjata Utama

"Sebenarnya bagi saya yang lebih sering berkendara sepeda motor, naiknya harga Pertamax tidak membuat saya khawatir. 

Tapi takutnya nanti Pertalite langka karena banyak yang beralih ke Pertalite," ungkap Made Juli, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Piala Dunia 2026: Catatan Dari Legenda Sepak Bola Bali Wayan Sukadana, Singgung Kehilangan Ruh

Ia pun berharap pemerintah bisa menjaga ketersediaan Pertalite. Mengingat jika Pertalite langka, imbasnya juga terhadap kenaikan kebutuhan pokok

"Kalau Pertalite langka sangat luas dampaknya, harga kebutuhan pokok pasti naik," ungkapnya.

Ia berharap, dalam kondisi saat ini agar pemerintah memperketat distribusi Pertalite. Jangan sampai kendaraan yang tergolong mewah sampai menggunakan Pertalite.

"Agar sesuai ketentuan saja, antisipasi mobil kategori mewah pakai pertalite. Walau sudah ada sistemnya yang mengatur, agar diperketat lagi. Intinya jangan sampai Pertalite langka di SPBU," tegasnya. 

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai hari ini Rabu 10 Juni 2026.

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan Pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Adapun Pertamax (RON 92) naik  dari Rp. 12.300/liter menjadi Rp. 16.250/liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp. 12.900/liter menjadi Rp.17.000/liter. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved