Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuhan Ormas di Gianyar

Dewa Gede Artawan Tewas Bersimbah Darah di Batuan Bali, Laskar Bali Bantah Bentrok Ormas

Laskar Bali akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut

Tribun Bali/I Putu Darmendra
Kondisi mayat Dewa Gede Artawan bersimbah darah di rumah warga Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati, Jumat (3/6/2016). 

TRIBUN-BALI.COM– Beredar isu di sekitar TKP bahwa penebasan Dewa Gede Artawan (30) hingga tewas dilatarbelakangi bentrokan ormas beberapa waktu lalu.

Hal itu dibantah oleh Sekjen Laskar Bali, Ketut Ismaya.

(Kapolres Gianyar Benarkan Korban Penebasan Sadis di Batuan Anggota Laskar Bali)

Ketika dihubungi Tribun Bali, Ismaya mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi korban penebasan sadis tersebut.

(BREAKING NEWS: Ditebas Pria Bercadar, Dewa Gede Artawan Tewas Bersimbah Darah di Batuan Bali!)

“Kita belum tahu pasti (Dewa Gede Artawan, red) itu anggota LB apa bukan karena kita belum cek KTA (kartu tanda anggota) korban. Sementara kita mau cari tahu dulu,” kata Ismaya melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/6/2016).

(8 Luka Tebasan Pada Tubuh Dewa Gede Artawan, Tusukan di Dada Diduga Penyebab Kematiannya)

Ia juga membantah informasi yang beredar bahwa telah terjadi bentrok ormas dalam kasus penebasan sadis tersebut.

“Waduh, ini nggak ada bentrok. Kita nggak ada melawan siapa,” tulisnya.

Ismaya mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Dewa Gede Artawan tewas mengenaskan setelah ditebas tiga pria bercadar.

Menurut keterangan saksi, Dewa Gede Artawan terlihat berlari kencang dari arah selatan jalan raya Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat (3/5/2016).

Pria asal Banjar Payuk, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli itu, mencoba menyelamatkan diri dari kejaran tiga pria bercadar berpakaian hitam bak ninja menghunus parang. 

"Kejadiannya sekitar pukul 14.30 Wita. Saya sedang duduk di artshop Bali Gong Antik bersama cucu saya. Dari selatan mereka berlari. Dia (Artawan, Red) dikejar tiga orang bercadar menghunus parang," ujar Made Rarem (74).

Artawan terus berlari kencang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved