Pilgub Bali 2018
Debat Pilgub Bali 2018 : Kedua Paslon Saling Bongkar Kasus
Terus diserang bertubi-tubi, Cok Ace akhirnya membalas serangan Sudikerta dengan mengangkat isu reklamasi.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sahut-menyahut yel-yel dukungan dari kedua pendukung pasangan calon (paslon) pada debat sesi ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 menggema di Trans Resort Bali, Kerobokan, Badung, Bali, Jumat (22/6/2018) malam.
Debat pamungkas ini pun berlangsung panas setelah kedua paslon saling bongkar kasus.
KPU Bali menggelar debat sesi pamungkas atau yang ketiga di Pilgub Bali 2018 antara paslon nomor urut satu, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) dengan paslon nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).
Debat bertema "Menyerasikan Pembangunan Daerah dalam Bingkai NKRI" terbagi dalam tujuh segmen dan dimoderatori jurnalis Imam Priyono.
Dalam berbagai sesi debat tersebut, kedua paslon tampak terlihat menguasai berbagai materi debat tersebut.
Bahkan, tensi debat sudah memanas sejak sesi pertama.
Debat diawali penyampaian visi-misi Cagub nomor urut satu, Wayan Koster, yang dinamakan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Koster menyatakan apabila terpilih akan membangun Bali dengan memperkuat desa adat, seperti sekaa teruni dan pecalang dalam penyelenggaraan pembangunan.
"Memperkuat tugas dan fungsi dan kewenangan desa adat, yang berkaitan dengan penyelenggaraan parahyangan, palemahan, dan pawongan," katanya.
Dirinya juga menjanjikan jika terpilih akan membangun pemerintahan secara bersih dari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Tak hanya itu, pihaknya akan membangun pemerintahan dengan regulasi dan penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan konsekuen.
"Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik, menyelenggarakan kebijakan sesuai regulasi serta penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan konsekuen," janjinya.
Nah saat diberikan kesempatan menanggapi visi-misi Koster-Ace, paslon Mantra-Kerta langsung menyindir terkait komitmen Koster-Ace dalam membangun pemerintahan yang bersih.
Menurut Cagub nomor urut dua, Rai Mantra, selama kepemimpinan Cawagub nomor urut satu, Cok Ace, sebagai Bupati Gianyar periode 2008-2013, Gianyar tidak pernah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait transparansi APBD saat memerintah.
"Mengapa selama kempemimpinan saudara Cok Ace sebagai Bupati Gianyar, kami belum pernah melihat WTP yang diraih Kabupaten Gianyar yang merupakan suatu kewajiban dan bukan suatu prestasi," sindir Rai Mantra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/debat_20180623_092640.jpg)