Bupati Karangasem Geram dengan PT Adi Murti Melihat Proyek Pasar Molor
Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, marah dan kecewa karena pembangunan Pasar Amlapura Barat, Kelurahan/Kecamataan Karangasem, Bali molor.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ni Ketut Sudiani
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, marah dan kecewa karena pembangunan Pasar Amlapura Barat, Kelurahan/Kecamataan Karangasem, Bali molor hingga 22 persen.
Kemarahannya muncul setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek itu, Kamis (12/12/2019) siang.
Seharusnya progres pembangunan Pasar Amlapura Barat itu sudah mencapai 92 persen. Sayangnya dari rekanan, PT Adi Murti, baru merealisasikan pengerjaannya sekitar 70 persen.
Pengerjaan yang belum kelar di antaranya penataan dinding halaman dan penyengker, serta bagian lainnya.
IGA Mas Sumatri meminta PT Adi Murti segera menuntaskan pembangunan Pasar Amlapura Barat mengingat dana yang dikeluarkan pemerintah daerah sudah sebanyak Rp 14 milliar lebih.
"PT Adi Murti ini perusahaan besar. Tapi kenapa pengerjaannya molor sampai 22 persen. Segera harus dikejar," kata Sumatri.
Bupati perempuan pertama di Karangasem ini meminta pihak rekanan untuk mengejar kekurangannya.
Bila perlu menambah buruh dan tenaga kerja sekitar 100 orang untuk mengerjakan kekurangannya. Bila perlu, kata Sumatri, satu ruangan dikerjakan empat orang supaya lebih cepat.
Pemerintah Karangasem enggan menerima alasan rekanan yang formalitas. Pihaknya meminta agar rekanan fokus menuntaskan pembangunan Pasar Amlapura Barat mengingat sisa waktu yang ada tinggal 15 hari.
"Ini semua untuk kepentingan masyarakat Karangasem," imbuh Mas Sumatri.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Karangasem, Ni Made Santikawati menambahkan Disprindag berulang kali mengingatkan rekanan agar mempercepat pengerjaannya, tapi yang bersangkutan hanya mengiyakan tanpa ada bukti. Realisasi pengerjaan tetap molor.
"Sudah tiga kali kita melakukan evaluasi terkait proyek Pasar Amlapura Barat. Hasilnya, pengerjaan pembangunan pasar tidak pernah sesuai dengan target. Pasti molor," ungkap Made Santikawati, pejabat asisten III.
Pimpinan PT Adi Murti, Restu Adi mengakui keterlambatan pengerjaan Pasar Amlapura Barat.
Pihaknya mengaku akan memohon perpanjangan waktu ke pemerintah daerah lantaran tidak mampu merampungkan proyek tepat waktu mengingat waktu tersisa sedikit dan pengerjaan masih banyak.
"Kita akan berusaha semaksimal mungkin menuntaskannya. Tenaga kerja akan kita tambah sekitar 50 orang untuk percepat pengerjaan. Saat ini kita masih mengunakan sekitar 150 tenaga," ungkap Restu Adi saat ditemui sekitar Pasar Amlapura Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-klungkung-sidak.jpg)