Music Zone
Perkenalan The Lingsir di Mini Album Perdana "Prematur"
Adalah unit oldskoll heavy metal bermarkas di Ketewel, Gianyar, The Lingsir yang baru saja merilis Extended Play (EP) atau mini album perdananya denga
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi tidak menyurutkan kreativitas musisi atau band di Bali.
Justru di tengah situasi yang tidak menentu ini, banyak muncul band dengan karya-karya terbarunya.
Adalah unit oldskoll heavy metal bermarkas di Ketewel, Gianyar, The Lingsir yang baru saja merilis Extended Play (EP) atau mini album perdananya dengan tajuk "Prematur".
Mini album ini dirilis dipelbagai platform musik digital sehari jelang Hari Valentine, atau tepatnya di tanggal 13 Pebruari 2022. Berisikan empat lagu berjudul "Monology", "Kalah", "Orientasi Endemik" dan "Euforia Kematian".
"EP ini berisikan empat lagu yang bertemakan kehidupan sosial, luapan kegelisahan, kemarahan bahkan keputusasaan."
Baca juga: Penyanyi Senior Nindy Ellesse Meninggal Dunia, Begini Sosoknya, Rilis 32 Aneka Album JK Records
"Dengan lirik lirik tajam, gelap, kritik dan beberapa khayalan yang tak kunjung nyata, dibalut dengan musik oldskool heavy metal," terang vokalis The Lingsir, Anom, Senin, 14 Februari 2021.
The Lingsir sendiri diawaki Anom (vokal), Komang Kape (gitar), War (bass) dan Jayen (drum). Meski tergolong band baru, dibentuk Nopember 2021, nyatanya band ini diisi oleh musisi muka lama di skena musik Bali.
Anom dari Superstar Superfuck dan Tigasatoe, Komang Kape dari Suicidal Sinatra, War dari Noise Inside, Serta Jayen dari GIA N Friends.
"The Lingsir adalah band rakitan yang bermaskas di Tewel Studio. Dimana konsep nama yang diambil memiliki arti "de lingsir" atau jangan menua."
Baca juga: Imaji Romansa Hidup Benten+62 di Single Pagi Datang, Lagu Lenyap Sudah
"Ya kami memang sudah tua, tapi intinya kami adalah jiwa-jiwa muda yang terjebak dalam tubuh yang telah menua," kata Komang Kape.
Ragam band atau musisi yang mempengaruhi musik The Lingsir. Ini juga tidak terlepas dari kesukaan musik dari masing-masing personelnya. Menggusung genre Oldskool Heavy Metal, The Lingsir banyak dipengaruhi nand macam Black Sabbath, AC/DC, Deep Purple, Danzig, Iron Maiden, Metallica, hingga Motorhead dan The Misfits. (*)
Dengan umur The Lingsir yang masih muda, tetapi dimotori oleh orang-orang yang menolak tua. Kita berharap bisa memberikan suasana baru di blantika musik indie dan underground di Bali pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya," cetus War. (*)
Artikel lainnya di Music Zone
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/the-lingsir.jpg)