Perang Timur Tengah
Imbas Konflik Timur Tengah, Waspada Harga BBM Meroket, Pertamina Jamin Pasokan Tetap Aman
serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.
Ia menambahkan, tambahan pasokan dari Amerika Serikat serta kebijakan peningkatan produksi oleh negara-negara OPEC diharapkan dapat meredam lonjakan harga minyak yang terlalu tajam.
Selain sektor energi, dampak konflik juga berpotensi menjalar ke perdagangan internasional, termasuk kinerja ekspor Indonesia.
Gangguan jalur pelayaran dan logistik global dapat memicu kenaikan biaya pengiriman dan memperlambat arus barang.
Namun demikian, menurut Airlangga, besaran dampak terhadap perdagangan masih sangat bergantung pada durasi konflik.
“Ya kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor saja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh,” ujarnya.
Sektor pariwisata juga diperkirakan terdampak apabila eskalasi konflik meluas dan memicu kekhawatiran global.
Ketidakpastian geopolitik biasanya membuat wisatawan menunda perjalanan internasional, terutama dari dan menuju kawasan yang terdampak.
Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi nasional pascapandemi dan berkontribusi terhadap devisa negara.
Meski risiko terhadap ekonomi cukup besar, pemerintah belum menyiapkan langkah kebijakan khusus dalam waktu dekat.
Pemerintah masih akan memantau dinamika geopolitik global sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Nanti kita monitor dulu,” kata Airlangga. (kontan)
Kumpulan Artikel Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pertamina-wgv.jpg)