Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pendidikan

STIKOM Usulkan Satu Rumah Satu Sarjana IT, Jadi Universitas Tahun 2026, Ini Harapan Dadang

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIKOM) Bali, akan menjadi Universitas STIKOM Bali (USB) tahun 2026 ini.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Bali/Anak Agung Seri Kusniarti
SOSOK - Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan. 

TRIBUN-BALI.COM -  Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, akan menjadi Universitas STIKOM Bali (USB) tahun 2026 ini. Segala syarat dan ketentuan pun telah dilengkapi, demi menjadi universitas. 

Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan, menjelaskan dorongan menjadi universitas ini karena ada 40 calon mahasiswa dari China yang hendak masuk ke STIKOM. "Hanya saja karena STIKOM itu institut, makanya mahasiswa China ini gak mau. Karena di sana (China) hanya dikenal universitas dan politeknik saja," sebutnya kepada Tribun Bali, Selasa 26 Mei 2026. 

Maka dari itu pihak STIKOM serius mengurus status universitas. "Tapi saat ini kami sudah ada banyak mahasiswa asing, dari Korea, Myanmar, Prancis, China dan Filipina, Timor Leste. Ada dari Irak juga," imbuhnya. Kini, kata dia, baru ada 6 program studi (prodi) terbagi S1 ada 4, D3 ada 1 dan magister 1. 

"Nah ke depan akan ada 10 prodi saat berubah jadi universitas, di Singaraja 3 dan Denpasar 7," jelasnya. Saat ini ada 6.500 mahasiswa dari semester awal sampai akhir. Dengan rata-rata orang masuk 1.200-1.300 per mahasiswa baru. "Kami bahkan menamatkan 1.000an lebih dari angka itu, sisanya ya ada yang telat dan sebagainya," imbuhnya. 

Baca juga: Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan : Ayo Majukan SDM di Semua Bidang!

Baca juga: Rektor ITB STIKOM Bali: Haluan Pembangunan Bali Harus Dilaksanakan, Jangan Hanya Sekadar Pedoman

SOSOK - Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan.
SOSOK - Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan. (Istimewa)

Dadang menjelaskan, STIKOM terus berbenah menjadi lebih baik demi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni khususnya di bidang IT. "Sebab STIKOM kan emang menjadi pioneer di perguruan tinggi, khususnya bidang IT. Sehingga sampai sekarang menjadi refrensi sekolah untuk belajar IT," sebutnya. 

"STIKOM hari ini sedang mengembangkan talenta digital, ada ribuan kebutuhan untuk talenta muda digital di dunia kerja khususnya, saya rasa malah jutaan," imbuhnya. Apalagi dunia kian modern, ke depan digital masuk ke semua sektor dan perkembangan teknologi informasi kian masif.

Khususnya, kata dia, tentang AI, IOT dan robot serta database atau big data. "Yang menguasai 4 ini saya rasa sudah menguasai semua teknologi digital saat ini," jelasnya. Ini perlu diatensi dan dimaksimalkan semua pihak, khususnya di Bali untuk menghadapi era kekinian dan tidak ketinggalan berita. 

"Saya berharap masyarakat Bali, SDM Bali ke depan tidak hanya berpangku pada pariwisata budaya saja, tetapi juga diperhatikan teknologi informasi dan digital ini," tegasnya. Sehingga Bali tidak ketinggalan dan mampu bersaing di kancah nasional-internasional. 

Pengembangan SDM khususnya di bidang IT ini, sangat cocok untuk Bali dan diversifikasi sumber ekonomi ke depan. Sebab Bali diperuntukkan sebagai industri tanpa asap alias tanpa tambang, sehingga pengembangan di bidang lain seperti IT sangat penting dalam pembangunan SDM. 

Apalagi tamatan STIKOM, bisa bekerja di segala lini baik jarak dekat atau jarak jauh. Bahkan ada alumni yang bekerja di luar negeri dan di berbagai bidang. "Jangan hanya orang asing yang kerja di Bali dan digaji dolar, tapi ke depan kita juga bisa bekerja seperti itu," tambah Dadang. 

SOSOK - Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan.
SOSOK - Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan. (Tribun Bali/Anak Agung Seri Kusniarti)

1 Rumah 1 Sarjana IT

Bagi Dadang, kuliah sangat penting dan dia kurang sepaham dengan gerakan anti kuliah. Sebab kuliah tidak hanya menambah wawasan dan ilmu, tetapi juga membuka cakrawala berpikir lebih luas dan mendewasakan diri dengan cerdas. 

Sehingga ia sangat setuju dengan gerakan 1 rumah 1 sarjana, yang digaungkan pemerintah khususnya di Bali. "Kuliah di STIKOM bukan hanya ilmu tapi juga praktek," imbuhnya.  Jika Pemprov Bali mendorong 1 keluarga 1 sarjana, maka Dadang berharap 1 keluarga ada 1 sarjana IT. Bukan tanpa alasan, karena bidang IT bisa masuk ke segala lini dan lebih mudah penetrasi ke dunia kerja. 

Bali tidak punya tambang, dan aset utama adalah pariwisata serta SDM yang mumpuni. Maka ini menjadi penggerak perekonomian Bali ke depan. Dadang menyebutkan berdasarkan data DIKTI, partisipasi orang kuliah di perguruan tinggi terbilang masih rendah sekitar 35 persen. Ini tentu korelasinya dengan tingkat kesejahteraan ke depan yang tentu tidak terlalu baik. 

"Harapan saya bisa naik lah menjadi 50-60 persen, agar tingkat kesejahteraan juga berubah ke depannya," katanya. Kuliah akan membuka peluang mencari kerja lebih tinggi, dari yang tidak kuliah. Sehingga impian generasi emas pada tahun 2045, bisa tercapai sesuai angan-angan bangsa dan negara ini. 

Harapan lainnya, selain pemerintah membantu biaya dari mahasiswa yang akan kuliah di perguruan tinggi. Pemerintah juga bisa menaikkan dana talangan bagi kampus, tujuannya agar mempermudah kampus dalam membantu mahasiswa sekolah dengan nyaman sampai tamat. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved