Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Timnas Indonesia

DAPAT Ancaman Pembunuhan, Masalah Serius di Balik Mundurnya Patrick Kluivert dan Staf 

Ya, Patrick Kluivert diketahui resmi berpisah dengan Timnas Indonesia setelah gagal membawa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. 

Istimewa/PSSI
EKS PELATIH – Mantan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert. 

TRIBUN-BALI.COM - Mencuat permasalahan serius di balik isu berpisahnya Patrick Kluivert dari jabatan pelatih Timnas Indonesia.  

Ya, Patrick Kluivert diketahui resmi berpisah dengan Timnas Indonesia setelah gagal membawa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. 

Timnas Indonesia tersingkir setelah menelan dua kekalahan di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. 

Dilansir dari laman BolaSport, gestur Patrick Kluivert usai kekalahan lawan Irak menjadi sorotan warganet. Pasalnya, pelatih asal Belanda tersebut enggan menyampaikan permohonan maaf.

Legenda Ajax Amsterdam tersebut juga tidak menghampiri para suporter yang hadir langsung ke stadion. Berbagai elemen suporter dan warganet juga menyampaikan kritik keras ke PSSI.

 

Baca juga: LIGA Champion, Real Madrid vs Juventus, Mbappe Tatap Rekor CR7

Baca juga: DEPAK Kluivert, PSSI Belum Bahas Pelatih Baru, Nama Louis van Gaal Jadi Rumor Hangat di Sosial Media

 

PSSI akhirnya menuruti permintaan publik dengan melepas Patrick Kluivert pada Kamis (16/10). Tidak hanya Kluivert, seluruh gerbong kepelatihannya dari Belanda ikut terdepak juga.

Youtuber lokal, Yussa Nugraha menyampaikan ada isu serius di balik kabar terdepaknya Patrick Kluivert. Sebagai informasi, Yussa dalam kanal Youtube pribadinya kerap mewawancarai para pemain diaspora Indonesia di berbagai negara.

Umumnya, mereka diwawancarai sebelum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Yussa Nugraha menyebut bahwa Patrick Kluivert dan tim kepelatihannya dari Belanda yang meminta pemutusan kontrak terlebih dahulu kepada PSSI.

Pihaknya menyebut bahwa alasannya tim kepelatihan yang dipimpin Kluivert sudah mendapatkan kritik di luar batas. Mereka disebut sudah dapat ujaran rasisme dan ancaman pembunuhan usai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

"Aku juga ingin share beberapa info yang aku baru saja dapatkan dari sumber yang cukup terpercayai dan kalian semua kenal dengan Bapak ini," ujar Yussa Nugraha.

"Aku ingin bilang kalau aku sangat setuju dengan kritik. Menurutku sendiri kritik itu harus dan juga perlu untuk kita bisa maju.

Tapi dari informasi yang aku dapatkan bahwa semua staf kepelatihan Timnas Indonesia itu memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan PSSI itu karena mendapatkan kritikan yang lebih dari kritik. Sudah ke arah rasis dan juga ancaman pembunuhan," lanjutnya.

Andai pernyataan Yussa benar, maka PSSI secara teknis tidak melakukan pemecatan kepada sang pelatih. Karena itu, PSSI mengunggah kalimat perpisahan dengan Patrick Kluivert dengan istilah mutual termination. 

Kedua pihak saling sepakat untuk mengakhiri kerja sama. "Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," tulis pernyataan resmi PSSI. (BolaSport) 

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved