Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Soekarno Cup 2025

Banteng Bali ke Final Soekarno Cup 2025, Tumbangkan Banteng Sulsel, Pertahankan Takhta Juara

Banteng Bali ke Final Soekarno Cup 2025, Tumbangkan Banteng Sulsel, Pertahankan Takhta Juara

Istimewa
Banteng Bali Sapu Bersih Kemenangan Grup A, Pastikan Diri Lolos ke Semifinal Soekarno Cup 2025, Ini Persiapannya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Banteng Bali sukses mengamankan tempat di babak final Turnamen Soekarno Cup 2025 setelah menaklukkan Banteng Sulawesi Selatan dengan skor akhir 3-1 dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Gusti Ngurah Rai, Denpasar, pada Kamis 11 Desember 2025 malam.

Banteng Bali berhasil unggul telak di babak pertama dengan mencetak tiga gol tanpa balas. Tiga gol Banteng Bali disumbangkan oleh Yulius Larsan Holo pada menit ke-15 dan 45, dan satu gol dari titik penalti oleh Made Antha Wijaya di menit ke-35.

Di babak kedua, Banteng Sulawesi Selatan hanya mampu memperkecil ketertinggalan dengan mencetak satu gol, yang dilesakkan oleh pemain nomor punggung 7, Wahyu pada menit ke-57.

Baca juga: Final Dini Banteng Bali vs Sulsel, Duel “Panas” Semifinal Soekarno Cup 2025 

Pelatih Kepala Banteng Bali, Anak Agung Kt. Bramastra menyampaikan langkah ke final ini tak lain karena skuad asuhannya mampu memanfaatkan momentum keunggulan di babak pertama. 

"Niscaya di babak pertama kami bisa memanfaatkan momentum sehingga dapat unggul 3-0. Namun di babak kedua sedikit pemain kami mengalami drop. Namun itu pun dijadikan catatan PR kami untuk memperbaiki taktikal apa yang akan kita lakukan melawan Jatim nanti di final," ujar Coach Bram

Baca juga: Banteng Bali Sapu Bersih Kemenangan Grup A, Pastikan Lolos ke Semifinal Soekarno Cup 2025

Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang menjadikan timnya mendapatkan "second win". Banteng Bali akan menghadapi Jatim di final yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.


"Jatim merupakan barometer sepak bola di Indonesia juga. Tentunya di dalam final nanti kita bermain normatif. Namun, kami sudah punya catatan apa yang harus kita lakukan menghadapi Jatim," jelas Coach Bram. 


"Secara taktikal, secara teamwork mereka memang bagus ya. Namun, di dalam setiap tim pasti ada weakness-nya, sebuah kelemahannya," imbuh dia


"Nah, itu weakness-nya nanti kita sudah pelajari apa yang harus dilakukan buat tim kami untuk berbuat nanti di final sehingga kami bisa mempertahankan juara tersebut," jabarnya.


Pemain Banteng Bali, Kadek Yoga Prasetya juga menyampaikan mendapat suntikan dari penonton yang menambah semangat bertanding hingga lolos ke partai puncak. 


"Saya juga izin agar penonton nanti pada final agar lebih ramai lagi sehingga kita nanti lebih semangat pada final di Dipta nanti," harapnya.


Sementara itu, Pelatih Kepala Banteng Sulawesi Selatan, Anugrah Agung Rosyam, harus menerima kekalahan timnya. Ia menyatakan timnya merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit, terutama terkait waktu tambahan di babak kedua.


"Ya, walaupun hasilnya kami kalah, ya, kami tetap terima apa pun yang terjadi, tapi ya benar-benar dalam pertandingan tadi benar-benar kami dirugikan, baik dari wasit," kata Coach Anugrah.


Fokus Banteng Sulawesi Selatan saat ini beralih ke laga perebutan peringkat ketiga melawan Jateng setelah mendapat pelajaran melawan Banteng Bali malam ini. 


"Pelajaran berharga buat anak-anak tim kami ini ya, kami belajar mental, belajar bagaimana dia menghadapi situasi tekanan dari tim-tim lawan, baik tim-tim kuat, tuan rumah juga," ujarnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved