Sepak Bola Lokal
RAHASIA Mitra Devata Legend Tetap Solid dalam Dunia Sepak Bola
Koordinator sekaligus pendiri Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso, mengenang perjalanan ini sebagai proses panjang yang penuh dinamika.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Di tengah menjamurnya komunitas sepak bola fun football yang datang dan pergi, Mitra Devata Legend membuktikan diri sebagai anomali.
Tepat pada 15 Januari 2026, komunitas yang menjadi wadah para mantan pesepak bola profesional di Bali ini merayakan hari jadinya yang ke-11.
Bukan sekadar angka, usia satu dekade lebih ini menjadi bukti betapa kuatnya fondasi kekeluargaan dan profesionalisme yang dibangun oleh para anggotanya.
Koordinator sekaligus pendiri Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso, mengenang perjalanan ini sebagai proses panjang yang penuh dinamika.
Didirikan bersama sosok legendaris almarhum Made Sonny Kawiarda eks Perkesa 78 dan Niac Mitra, Mitra Devata kini tumbuh menjadi komunitas paling eksis di Indonesia dengan agenda rutin tanpa jeda.
Baca juga: KAGUMI Timnas Indonesia, Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Puji Antusiasme Sepak Bola Indonesia!
Baca juga: JOHN Herdman Dinilai Punya Kualitas Ketimbang Kluivert, Media Asing Soroti Kiprah Pelatih Timnas!
Satu hal yang membuat Mitra Devata disegani adalah kemandiriannya. Di saat banyak komunitas mencari sokongan sponsor atau bantuan pihak luar untuk tetap hidup, Mitra Devata justru tegak berdiri di atas kaki sendiri.
"Jarang, bahkan hampir tidak ada komunitas yang mampu bertahan hingga 11 tahun secara mandiri seperti kami. Saya sangat berharap tongkat estafet ini nantinya bisa diteruskan oleh keluarga dan anak-anak agar eksistensi Mitra Devata tetap terjaga hingga puluhan tahun ke depan," ungkap Purwanto.
Bagi Purwanto, keberhasilan terbesar bukanlah skor di lapangan, melainkan suasana kekeluargaan yang kini jauh lebih solid dibanding masa-masa awal berdiri.
"Mitra Devata Sak Lawasé (selamanya)," tegasnya. Bagi para pemain, Mitra Devata adalah penyelamat setelah masa pensiun.
Wayan Sukadana, anggota senior yang juga mantan pilar sepak bola Bali, menyebut komunitas ini sebagai wadah hobi sekaligus menjaga kesehatan dan menyambung silaturahmi.
Namun, ada hal unik yang membedakan Mitra Devata dengan komunitas lainnya yakni perjalanan Spiritual dan Sosial.
"Momen paling berkesan adalah saat kami tur ke luar daerah seperti Solo, Jogja, atau Semarang. Kami tidak hanya bertanding, tapi juga melakukan Coaching Clinic untuk anak-anak muda dan perjalanan spiritual ke tempat bersejarah (Tirta Yatra) untuk sembahyang bersama," tuturnya.
"Ini yang tidak dilakukan komunitas lain," sambung Sukadana. Ia juga menekankan bahwa kunci keberlanjutan mereka terletak pada satu kata yakni Loyalitas.
"Dengan loyalitas dalam kebersamaan, kita punya rasa memiliki yang tinggi," ujar dia.
Meski bertajuk Legend, kualitas di dalam lapangan tetap terjaga. Uniknya, Mitra Devata bukan hanya kumpulan mantan pemain, tapi juga gudang ilmu kepelatihan.
Hampir seluruh anggotanya mengantongi lisensi kepelatihan resmi, mulai dari Lisensi A AFC hingga D Nasional.
Nama-nama besar seperti Komang Mariawan, Bayu Sutha, I Made Pasek Alit, Ida Bagus Mahayasa, hingga Wayan Sukadana sendiri adalah para mentor yang masih aktif berbagi ilmu.
Bahkan sang pembina, Purwanto, meski tidak meniti karier sebagai pemain profesional, turut mengantongi lisensi kepelatihan demi menjaga standar komunitas.
Merayakan semangat HUT ke-11, Mitra Devata tidak berhenti beraktivitas. Akhir pekan ini, mereka akan kembali merumput untuk menjaga ritme kompetisi dan persaudaraan.
Mitra Devata bakal menghadapi Brothers FC, pada Sabtu, (24/1) pukul 16.00 Wita di Lapangan Penataran Agung Kedonganan yang dilanjutkan perayaan atas 11 tahun kesetiaan mereka terhadap si kulit bundar di tanah Dewata. (ian)
| Tendangan Bebas Eks Perseden Denpasar Tentukan Kemenangan Kembali FC Atas Melawa FC |
|
|---|
| 6 Tim Perebutkan Gelar Trofeo HUT Putra Jimbarwana, Sistem Trofeo Pakai Babak Final |
|
|---|
| Dugaan Pencurian Umur Turnamen SSB, Yu Senjaya: Jauh dari Semangat Fair Play dan Pembinaan Usia Dini |
|
|---|
| Kembali FC Melali ke Bangli, Berbagi Gol Lawan Kubu Legends |
|
|---|
| Diramaikan Tiga Mantan Pemain Bali United, Kembali FC dan Blahbatuh FC Juara Bersama Trofeo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tim-Mitra-Devata-Legend-swvg.jpg)