Bali United
Proficiat Serdadu Tridatu yang Ke-11, Satu Dekade BU Berkiprah di Super League
Klub yang bisa dikatakan masih terbilang muda ini menjadi salah satu klub pelopor yang sukses mengusung profesionalisme dan manajemen yang terbuka.
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Klub Super League, Bali United, kini resmi memasuki usia yang ke-11 tahun dalam kiprahnya berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air.
Klub yang bisa dikatakan masih terbilang muda ini menjadi salah satu klub pelopor yang sukses mengusung profesionalisme dan manajemen yang terbuka.
Berdiri sejak tahun 1989 silam dengan nama Persisam Samarinda, klub kemudian berubah menjadi Persisam Putra Samarinda pada 2003.
Kemudian klub tersebut berpindah tangan kepada Tanuri bersaudara dan pada 15 Februari 2015 silam, mereka memutuskan pindah markas ke Pulau Dewata sekaligus mengubah nama menjadi Bali United.
Di tengah keberadaannya sebagai klub muda di kancah persepakbolaan nasional, Bali United saat itu menunjuk pelatih Indra Sjafri yang sebelumnya sukses mengantarkan timnas U-19 Indonesia meraih gelar juara Piala AFF.
Baca juga: SOPIR Dump Truk Tewas Terjepit di Kabin, Kecelakaan Maut di Jalur Penghubung Sidemen–Klungkung
Baca juga: TRAGEDI Rem Blong di Turunan Sidemen Karangasem Bali, Sopir Dump Truk Meninggal Dunia Terjepit!
Namun, di tengah upaya Bali United membangun reputasi dengan pemain muda dan manajemen profesional di Liga Utama. Gonjang-ganjing justru tengah melanda persepakbolaan nasional setelah pemerintah secara resmi membekukan kegiatan PSSI di tahun 2015.
Ini terjadi setelah munculnya dualisme kepemimpinan di PSSI. Hal inilah yang kemudian memantik intervensi dari pemerintah yang membuat otoritas tertinggi sepak bola dunia atau FIFA turut menjatuhkan sanksi tegas.
Alhasil, kisruh inipun menyebabkan dibekukannya kompetisi dan Indonesia dilarang berkiprah di agenda resmi FIFA baik itu level klub maupun tim nasional.
Di tengah situasi yang tidak menguntungkan tersebut, Bali United bertahan. Pelan namun pasti klub yang dimotori Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri tersebut terus meningkatkan pengelolaannya dengan berbasis profesionalisme.
Silih berganti pelatih datang dan pergi, dari era Indra Sjafri kepada Hans Peter Schaller, kemudian Widodo Cahyono Putro (WCP), dan Stefano Cugurra “Teco”, hingga Johnny Jansen.
Menariknya, di era pelatih Stefano Cugurra, Bali United berhasil mencatatkan sejarah sebagai klub pertama di Tanah Air yang sukses mencatatkan gelar juara berturut di kompetisi Super League (kala itu Liga 1, red).
Ya, Bali United berhasil menorehkan juara back to back pada 2019 dan musim 2021/2022. Sebagai catatan, di tahun 2020 seluruh aktivitas sepak bola bahkan lainnya terpaksa dihentikan oleh pemerintah akibat status pandemi Covid-19.
Catatan Tribun Bali, sepanjang sebelas tahun berkiprah di kompetisi teratas Liga di Indonesia, Bali United belum pernah menorehkan catatan mengenai tunggakan gaji kepada pemain.
Bahkan, Bali United sempat mencatatkan sejarah pada 17 Juni 2019 silam dengan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nama emiten PT Bali Bintang Sejahtera tbk (Bola).
Ya, Bali United menjadi klub sepak bola pertama yang resmi mencatatkan penjualan saham terbuka di BEI. (uci)
Tak Berhenti Berinovasi
| Taktik Johnny Jansen Amankan Bali United di Markas Persita, Pemain Lebih Percaya Diri Pegang Bola |
|
|---|
| Joao Ferrari Tangguh Bertahan Tajam Menyerang, Sudah Mengoleksi 4 Gol dan 2 Asis Musim Ini |
|
|---|
| Bukan Cuma Strategi, Johnny Jansen Blak-blakan Ungkap Penyakit Utama Bali United |
|
|---|
| Regulasi U-23 Terancam Dihapus, Pelatih Bali United Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda |
|
|---|
| Panggung Kopitovic, Sempat Diparkir karena Mandul, Kembali Cetak Gol yang Dirindukan Johnny Jansen! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Starting-XI-pemain-Bali-United-di-sebuah-laga-pada-lanjutan-kompetisi-Super-League.jpg)