Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Super League

Suporter PSM Makassar Serbu Lapangan, Kalah 4 Kali Berturut dan Tumbang Lawan Persita Jadi Pemicu

Sementara di sisi lain, beberapa suporter menyalakan flare. Adapula yang berusaha merusak fasilitas yang ada di lapangan Stadion BJ Habibie, Parepare.

Tayang:
Tribun Bali/Istimewa/PSM
LAGA – Pertandingan antara PSM vs Persita dilanjutan kompetisi Super League 2025/2026 pekan ke-23 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3). 

TRIBUN-BALI.COM – Sejumlah suporter PSM Makassar meluapkan kekecewaannya setelah tim kesayangannya kalah dari Persita Tangerang di laga Super League 2025/2026 pekan ke-24. 

PSM Makassar dipermalukan di hadapan publiknya sendiri oleh Persita Tangerang lewat skor 2-4 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3). 

Hasil minor tersebut membuat skuad Juku Eja masih kesulitan keluar dari performa buruk musim ini.  

Pasalnya, laga kontra Persita menjadi kekalahan keempat kalinya PSM secara berturut. Mirisnya, dua kekalahan didapat PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie dan bermain di depan suporternya sendiri.

Baca juga: PROSES Ngaben 7 Maret, Jenazah Dek Wati Tiba di Rumah Duka, Ambulans Antar dari Bandara Ngurah Rai! 

Baca juga: DAMPAK Perang Timur Tengah, Cancel Booking Transportasi Capai 70 Persen, WNA Masuk Bali 69.852 Orang

Dilansir dari Tribun Timur, suporter PSM Makassar mengekspresikan kekecewaannya dengan menyerbu lapangan saat pemain tim kesayangannya hendak meninggalkan lapangan.

Sementara di sisi lain, beberapa suporter juga menyalakan flare. Adapula yang berusaha merusak fasilitas yang ada di lapangan Stadion BJ Habibie, Parepare.

Dalam tayangan di beberapa media sosial, suporter juga berkomunikasi dengan seluruh skuad PSM Makassar. Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, mengakui adanya barang terlarang yang berhasil masuk ke stadion.

“Bukan kecolongan, tetapi memang berhasil lolos. Pengamanan dilakukan malam hari, visual terbatas. Ada beberapa titik pemeriksaan yang tidak didukung pencahayaan baik,” ujarnya dikutip dari Tribun-Timur usai laga.
Ia menyebut insiden tersebut sebagai luapan emosi suporter akibat rentetan hasil buruk PSM.

“Sampai saat ini belum ada laporan kontak fisik dengan pemain. Tadi hanya riak-riak sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan motivasi,” katanya.

Indra juga mengakui jumlah personel pengamanan dikurangi dalam laga tersebut. Penyesuaian dilakukan berdasarkan jumlah tiket terjual serta prediksi intelijen.

“Perkiraan penonton sedikit, sehingga jumlah personel kita kurangi,” ungkapnya. Mereka meminta skuad PSM untuk segera memperbaiki diri. Tentunya, kekalahan ini memukul moril PSM Makassar.

Tiga tahun lalu, tim ini sempat merayakan gelar juara Liga 1 bersama Bernardo Tavares. Namun, PSM Makassar kini harus turun ke posisi 12.

PSM Makassar bisa saja terancam jerat degradasi. Situasi ini bisa terjadi andai Juku Eja gagal mengangkat performanya pada sisa musim. Kini, PSM Makassar juga terancam sanksi berat dari Komdis PSSI. (Tribun Timur)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved