Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Super League

Mihail Beber Masalah Internal Tim, Moral Pemain Runtuh dan Mencuat Gaji Pemain Ditunggak

Teranyar, PSBS Biak menuai kekalahan kembali Sabtu (18/4) dari Persija Jakarta lewat skor 0-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. 

Tribun Bali/ISTIMEWA
PELATIH – Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail (paling kanan). 

TRIBUN-BALI.COM – Pelatih Marian Mihail membeberkan soal runtuhnya moral pemainnya imbas permasalan internal di PSBS Biak

PSBS Biak kini seperti “mayat berjalan” di sisa musim kompetisi Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik telah mengoleksi enam kali beruntun yang menyebabkan mereka di posisi paling bawah di klasemen sementara. 

Teranyar, PSBS Biak menuai kekalahan kembali Sabtu (18/4) dari Persija Jakarta lewat skor 0-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. 

Baca juga: MAURO: Ini Adalah Mimpi, Striker Muda Timnas Indonesia Bangga Cetak Gol Debut 

Baca juga: TIMNAS Indonesia Turun Satu Peringkat, Kalah Dari Bulgaria, Skuad Garuda Tempati Ranking ke-122 FIFA

Gol tunggal Maxwell Souza tidak menggambarkan dominasi Macan Kemayoran sepanjang 90 menit laga. Laga tersebut adalah penampakan perdana skuad PSBS sejak munculnya surat terbuka dari pemain. 

Tengah pekan lalu, terdapat surat yang diunggah pemain George Brown kepada manajemen, I.League, dan PSSI. Surat tersebut mengabarkan kondisi miris internal tim akibat mismanajemen oleh PSBS. 

Gaji ditunggak, lapangan latihan tak tersedia, bahkan tempat tinggal pemain dikosongkan gara-gara masalah ini. 

Laman FIFA Registration Bans juga menunjukkan PSBS melakukan tujuh kali pelanggaran per April ini. Dengan segala masalah itu, Tobias Solossa dkk masih menampilkan daya juang hingga "hanya" kalah 0-1. 

Melansir BolaSport, Marian Mihail pun menceritakan soal situasi timnya terbaru usai surat terbuka tersebut.
"Kami berada di era profesionalisme," kata sosok asal Rumania itu. 

"Normal bagi pemain untuk memperjuangkan haknya karena mereka datang ke sini untuk bekerja bagi keluarga. Mereka harus mendapatkan hak finansial dan material mereka," ujar Mihail.

Mantan pelatih PSS Sleman itu mengungkap kondisi moral pemain menurun di ruang ganti. Sejumlah pemain inti yang tak muncul dalam skuad dikabarkan memilih mogok. "Kondisi moral menurun," kata sesepuh 67 tahun itu. 

Kami punya banyak pemain asing dan bahkan pemain lokal yang tidak berasal dari sini. Mereka kesulitan hidup layak, jadi sangat sulit bekerja dalam kondisi ini," ujarnya.

PSBS tampak akan menjadi tim pertama yang terdegradasi pada musim ini. JIka situasi miris ini berlanjut, klub Papua tersebut bahkan berpotensi terdegradasi lagi di Championship musim depan. (BolaSport). 

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved