Rabies di Bali
Pelajar SMP Digigit Anjing Peliharaan, Desa Munduktemu Tabanan Ditetapkan Zona Merah Rabies
Dinas Pertanian Tabanan mendadak melakukan vaksinasi rabies massal di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Pertanian Tabanan mendadak melakukan vaksinasi rabies massal di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan pada Kamis 29 Januari 2026.
Vaksinasi dilaksanakan buntut dari temuan adanya kasus positf rabies di wilayah tersebut.
Bahkan Desa Munduktemu ditetapkan sebagai zona merah rabies setelah seekor anjing peliharaan di wilayah tersebut dinyatakan positif rabies dan sempat menggigit pemiliknya.
Baca juga: Anak 8 Tahun di Karangasem Meninggal Suspect Rabies, Ada Riwayat Gigitan Sebulan Lalu
Perbekel Munduktemu, I Gusti Made Arsana, menjelaskan anjing tersebut menggigit saat hendak diikat oleh pemiliknya di Banjar Munduktemu Kelod, pada Jumat 24 Januari 2026.
Pemilik yang gigitan adalah seorang pelajar SMP yang mengalami luka gores di bagian punggung dan tangan kiri.
Kendati demikian saat digigit anjingnya sendiri, korban langsung dilakukan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Puskesmas Pupuan I.
Baca juga: 3 WARGA Meninggal Dunia Suspek Rabies, Kecamatan Mendoyo Zona Merah Tertinggi Positif Tahun 2025!
Diketahui anjing milik korban itu sebelumnya sempat berkelahi dengan anjing liar.
Beberapa hari kemudian, anjing tersebut menunjukkan perilaku tidak normal seperti berlari tanpa arah dan sering mengaung, sebelum akhirnya ditemukan mati.
"Meski anjing itu sudah dua kali divaksin, perilakunya berubah. Saat hendak diikat justru menggigit pemiliknya. Keesokan harinya anjing mati," sambungnya.
Sampel otak anjing kemudian dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
Baca juga: CEPAT Tangani Jika Tergigit Anjing, 3 Warga Jembrana Meninggal Dunia Suspek Rabies, Vaksinasi Gencar
Hasil uji yang keluar pada Selasa 27 Januari 2026 kemarin dan menyatakan anjing tersebut positif rabies.
Menindaklanjuti hasil tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melalui Bidang Peternakan segera melakukan vaksinasi massal pada Kamis pagi.
Vaksinasi difokuskan pada dua banjar terdekat dari lokasi kasus, yakni Banjar Munduktemu Kelod dan Banjar Anggasari Kaja.
"Kami masih fokus di dua banjar terdekat, belum satu desa penuh," ujar Arsana.
Baca juga: Meningkat 100 Persen, Jembrana Bali Catat 114 Ekor Kasus Positif Rabies, Didominasi Anjing
Vaksinasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Tim kesehatan hewan menyasar anjing-anjing milik warga di Desa Munduk Temu, khususnya di wilayah Munduk Temu Kelod.
"Semoga tidak ada kasus yang sama di wilayah Desa kami lagi, dengan pelaksanaan vaksin massal ini," imbunya.(*)
Berita lainnya di Rabies di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-vaksinasi-massal-di-Desa-Munduktemu-Kecamatan-Pupuan-85.jpg)