Berita Bali
Rabies Status Waspada, Dinkes Catat Angka Gigitan Hewan Penular Capai 66.760 di Bali
Rabies Status Waspada, Dinkes Catat Angka Gigitan Hewan Penular Capai 66.760 di Bali
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Sepanjang Tahun 2025 angka gigitan hewan penular rabies di Bali sebanyak 66.760 kasus. Dan jika di rata-ratakan perhari jumlah gigitan 180 kasus.
Untuk kasus kematian akibat rabies di Tahun 2025 terdapat 16 kasus dengan angka paling tinggi di Kabupaten Badung. Hal tersebut diungkapkan oleh, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Bali ketika ditemui, Jumat 9 Januari 2026.
“Jadi ini (kasus rabies) masih menjadi waspadaan kita. Harapannya kalau rabies ini, karena bisa dikatakan sumbernya kan di hewan, dan tentu saja di Bali tantangannya kenapa rabies ini masih menjadi tantangan, karena masyarakat kita memelihara hewan, khususnya anjing dan cukup banyak juga yang meliarkan,” kata, dr. Raka Susanti.
Baca juga: Sah! Keputusan Pesamuhan Madya PHDI Bali, Tawur Tetap Saat Tilem Kesanga, Esoknya Nyepi
Kebanyakan anjing hanya diberi makan saja, namun pemeliharaannya seperti vaksinasi secara mandiri masih sedikit yang melakukan. Ia juga menekankan bahwa, vaksinasi rabies ini sangat penting sebab mempengaruhi kesehatan hewan. Jika angka vaksin pada hewan tinggi, tentu bisa dikatakan manusia aman dari kasus rabies.
Untuk suntikan VAR sepanjang Tahun 2025 dari 66.760 kasus gigitan, yang disuntik vaksin hanya 47.887 orang. Tidak semua kasus gigitan dilakukan penyuntikan vaksin. Sebelum melakukan penyuntikan, dilakukan wawancara pada masyarakat yang digigit, apakah hewan liar yang mengigit ataukah hewannya sendiri di rumah. Kalau hewannya sendiri di rumah tentu juga akan ditanyakan apakah sudah divaksin atau belum.
Baca juga: Viral Video Perempuan Dianiaya, Terungkap TKP di Denpasar, Bukan di Singaraja
“Jadi kalau sudah aman, sudah divaksin rutin, kemudian kondisi hewannya juga sehat, itu biasanya kita tidak vaksin,” tandasnya.
Jumlah stok vaksin rabies di Bali diungkapkan dr. Raka masih sangat cukup. Sampai saat ini untuk keseluruhan stok vaksin rabies termasuk di Kabupaten/Kota dan pada buffer penyimpanan di Dinkes Provinsi Bali sejumlah 88.599 vial. dr. Raka juga mengatakan rata-rata pasien rabies yang meninggal dunia 99 persen tidak pergi ke pelayanan kesehatan sehingga tidak mendapatkan tata laksana luka maupun vaksinasi. Dan diakuinya hal itu yang masih menjadi tantangan untuk Dinkes Bali. Jika dibandingkan pada Tahun 2024, jumlah pasien rabies yang meninggal dunia alami peningkatan, dimana pada Tahun tersebut jumlah pasien meninggal sebanyak 7 orang.
“Sangat meningkat. Rata-rata yang meninggal di tahun-tahun sebelumnya juga memang tidak ke fasilitas pelayanan kesehatan,” paparnya.
Ia juga mengatakan, Dinas Kesehatan selalu tetap mengupayakan untuk sampai di tingkat puskesmas memberikan edukasi terkait rabies ke semua masyarakat. Dari tahun ke tahun cakupan vaksinasi pada hewan penular rabies sangat berkaitan dengan jumlah kasus rabies. Semakin rendah cakupan vaksin pada hewan penular rabies maka akan semakin banyak juga kasus pada manusianya.
“Imbauannya adalah seluruh masyarakat kalau sudah mengalami gigitan hewan penular rabies ini agar bisa segera setidaknya penanggulangan di rumah dulu dengan mencuci luka di air mengalir dengan sabun selama 15 menit kemudian segera ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi di fasilitas pelayanan kesehatan nanti akan di analisa lagi kan ya masyarakat tersebut kemudian tentu dilakukan tata laksana kemudian bila diperlukan pasti diberikan vaksin karena stok vaksin kita sangat cukup,” tutupnya.
| Dampak Konflik Israel-Amerika dan Iran, Harga Plastik Ikut Naik Emak-emak di Bali Pusing |
|
|---|
| Periode Libur Nyepi-Idul Fitri 2026, Transaksi SPKLU di Bali Meningkat Hingga 9 Kali Lipat |
|
|---|
| Makna dan Rangkaian Upakara Hari Pagerwesi, Pemujaan Siwa Hingga Persembahan Panca Maha Buta |
|
|---|
| DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna ke-31, Bahas Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata |
|
|---|
| Ratusan Ribu Orang Gunakan Jasa Penyeberangan Selat Bali, Kendaraan Kecil Dominasi Masuk Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-anjing-rabies-21.jpg)