Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lima Anak di Bali Diduga Terjangkit Arbovirus

Gejala penyakit tersebut sudah dipelajari dan gejala-gejala yang ditimbulkan mengarah ke Arbovirus.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Kambali

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Penyakit misterius yang diderita lima anak di Kabupaten Jembrana, Bali belakangan diketahui disebabkan Arbovirus. Diduga, penyakit mengakibatkan korban menderita infeksi otak atau radang selaput otak.

Bahkan satu diantara lima pasien itu, Rahmadatul Aulia (7) yang dirawat di Sal anak Ruang Cempaka, RSUD Negara, Jembrana, Bali hingga Selasa (20/01/2015) belum sadarkan diri juga.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Negara, dr I Made Dwipayana, kemarin. Ia mengatakan berdasarkan hasil diagnosa dua dokter spesialis anak disimpulkan penyakit tersebut adalah Arbovirus.

Gejala penyakit tersebut, kata dia, sudah dipelajari dan gejala-gejala yang ditimbulkan mengarah ke Arbovirus. "Sejak pasien baru masuk, kami sudah kirim sampel darahnya. Kami bawa ke Denpasar, karena kami tidak punya laboratorium,” ungkap Dwipayana.

Terkait lima pasien anak yang sebelumnya terjangkit radang selaput otak, kata dia, hanya empat orang anak yang mengarah pada Arbovirus. Satu pasien yang sebelumnya diduga terjangkit setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif ternyata terserang penyakit Meningitis yang juga mengakibatkan peradangan pada selaput otak.

Untuk penanganan penyakit tersebut, pihaknya sudah melakukan penanganan sesuai dengan protap penyakit Arbovirus. Kini, kondisi pasien sudah semakin membaik. Hanya satu pasien yaitu Rahmadatul Aulia yang masih koma dan belum sadarkan diri hingga kemarin.

Dwipayana, kemarin mengatakan Arbovirus merupakan penyakit infeksi virus ensefalitis yang  terbagi dalam beberapa jenis. Virus tersebut disebarkan melalui serangga seperti nyamuk. Virus itu sendiri berasal dari lingkungan sekitar yang kumuh atau tidak terawat dari kotoran binatang ternak ataupun peliharan.

"Sebenarnya sudah ada imbauan untuk menghindari kandang-kandang itu (kandang babi). Kandangnya harus dibersihkan dan dirawat. Apalagi pengaruh musim hujan seperti sekarang ini, nyamuk jadi berkembang. Virusnya ini juga rentan ke anak-anak," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved