Berkarya di Bawah Bulan Mati

Ini karya belum saya kasi judul, tapi yang jelas menceritakan sifat manusia yang begitu serakah. Selalu suka berperang,"

Berkarya di Bawah Bulan Mati
Tribun Bali/AA Putu Santiasa Putra
Beberapa orang seniman sedang menyelesaikan lukisannya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, AA Putu Santiasa Putra

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seni instalasi karya Ariwitma menyambut penonton di pintu masuk Taman Baca Kesiman, Jalan Sedap Malam no 234 Denpasar, Bali, Sabtu (18/4/2015) malam.

Empat buah gerbang surealis yang terbuat dari kain dan diujungnya tampak lingkaran menyerupai bulan berwarna hitam.

Sedangkan Andre Yoga lincah meluncurkan tinta di atas kanvas.

Sesekali Andre yang masih menempuh studi di Institut Seni Indonesia  (ISI) Denpasar ini menjauh dari karyanya untuk mengamati hasil goresannya secara menyeluruh.

"Ini karya belum saya kasi judul, tapi yang jelas menceritakan sifat manusia yang begitu serakah. Selalu suka berperang," ujarnya di sela kesibukannya melukis.

Bertajuk “Amavasya”, sekumpulan anak muda yang tergabung dalam kelompok Pavana Collective menuangkan imajinasi mereka dalam sebuah karya seni.

Amavasya yang berarti bulan mati atau Tilem ialah salah satu hari yang disakralkan oleh umat Hindu di Bali.

Para seniman muda ini mencoba menerjemahkan persitiwa sakral ini ke dalam sebuah karya seni kolaborasi di bawah bulan mati.

Acara berlangsung pukul 19.00 Wita.

Acara menampilkan berbagai varian kesenian yakni visual art, musik, tari dan lain sebagainya.

Beberapa kontributor seni di antaranya beberapa band seperti Rollfest, Wishlist, Amber In A Grayscale, Yoyok Hames. Juga seorang DJ Thisisbian, adan penari seperti Andhika dan Annisa.(*)

 
 
 
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved