Sidak Beras Sintetis Malah Temukan Beras Organik Abal-Abal
Beras tersebut dibeli dari petani yang mengaku beras tersebut organik dan per kilogramnya dijual dengan harga Rp 8.600 dalam kemasan 5 kilogram.
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Terkait dengan adanya peredaran beras sintetis di Jakarta yang meresahkan warga, hal tersebut direspon cepat oleh Pemkab Tabanan, Kabag SDA Setda Tabanan, I Gusti Gede Ekayana langsung melakukan pantauan ke pedagang beras sekala besar.
Dalam pantauan tersebut tidak ditemukan adanya beras sintetis, malah Kabag SDA yang ditemani staf Perindag dan Kepala Gudang Bulog Kediri, Tabanan Ketut Sarjasa menemukan beras organik abal-abal.
Dalam sidak ke pengepul beras di Kota Tabanan UD AR, I Gusti Gede Ekayana sempat mempertanyakan kepada pemilik UD AR, I Gusti Rai (45) terkait produksi beras organik dengan label Beras Organik Penebel yang diproduksinya.
"Ini beras organik ya pak?" tanya Ekayana.
Gusti Rai menjelaskan, beras tersebut dibeli dari petani yang mengaku beras tersebut organik dan per kilogramnya dijual dengan harga Rp 8.600 dalam kemasan 5 kilogram.
"Dari petani beras ini dibilang organik," jawabnya.
Karena penjelasan yang tidak akurat tersebut, Ekayana meminta kepada Gusti Rai untuk menghentikan sementara produksi beras organiknya tersebut.
"Maaf pak, produksi beras organiknya di-pending dulu karena standar organik harus jelas ada hasil uji lab, registrasi dan sertifikasi, serta dicantumkan pada kemasan. Kami akan koordinasi dengan Dinas Pertanian agar mengirim tim mengecek hal ini," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beras-organik-abal-abal_20150520_164810.jpg)