Dilaporkan Pukul Pemangku, Camat Petang: Saya Cegah Jro Mangku Kerauhan Ambil Keris
Manuaba beralasan dirinya hanya berusaha mencegah sang jro mangku mengambil pajenengan sebuah keris saat kerauhan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Camat Petang, Ida Bagus Nata Manuaba (57), membantah telah melakukan pemukulan terhadap Jro Mangku I Gusti Ngurah Anom (50).
Manuaba beralasan dirinya hanya berusaha mencegah sang jro mangku mengambil pajenengan sebuah keris saat kerauhan.
Baca: BREAKING NEWS Jasad Mantan Polisi Ditemukan Di Jalan Nuansa Kori Denpasar Dengan Bau Menyengat
Baca: Mantan Anggota Polsek Dentim Yang Ditemukan Membusuk Sempat Hilang Saat Transaksi Jual Beli Mobil
Meski demikian, Polres Badung memastikan akan memproses secara hukum kasus dugaan pemukulan tersebut.
Baca: 14 Fakta Insiden Dugaan Pukul Pemangku Saat Kerasukan Di Pura, No 12 Dipercaya Unsur Niskala
"Ada dugaan penganiayaan. Kasus ini sudah dilaporkan setelah adanya kejadian tersebut, dan hingga saat ini proses hukum masih berlanjut dengan sudah memeriksa tiga orang saksi dan mendalami keterangan dari korban. Kami proses secara hukum karena adanya laporan polisi (LP) dari korban,” ujar Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (18/12/2017).
Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap Jro Mangku Ngurah Anom ini terjadi saat upacara piodalan di Pura Pucak Tedung, Banjar/Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Sabtu (16/12/2017).
Dugaan pemukulan ini bahkan terjadi di Utama Mandala Pura Pucak Tedung saat prosesi malinggihkan Ida Bhatara setelah datang dari melasti. Alhasil, suasana yang awalnya khusyuk langsung berubah menjadi riuh.
Kapolres Yudith menuturkan, peristiwa ini terjadi berawal dari Jro Mangku Ngurah Anom yang mengalami kerauhan atau kesurupan.
Dalam kondisi kerauhan, ia hendak mengambil pajenengan sebuah keris.
Untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, Manuaba mencoba mencegah sang jro mangku yang kerauhan mengambil keris yang merupakan benda pusaka dan disucikan tersebut.
Manuaba mendorong dan memukul wajah korban.
Pipi di bawah mata kiri korban pun lebam dan pada hidung mengeluarkan darah.
"Nah dari peristiwa tersebut, korban merasa tidak terima dan melapor ke polisi. Kemudian petugas kami mengantar korban visum ke Puskesmas setempat,” jelas Yudith.