Serba Serbi
Hari Raya Pagerwesi, Hari yang Paling Baik untuk Mendekatkan Diri pada Dewata
Hari ini Rabu, (21/3/2018) adalah hari raya Pagerwesi, yang jatuh setiap 210 hari tepatnya buda kliwon wuku sinta.
Penulis: I Kadek Supriadi | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini Rabu, (21/3/2018) adalah hari raya Pagerwesi, yang jatuh setiap 210 hari tepatnya buda kliwon wuku sinta.
Pagerwesi berasal dari akar kata pagar dan besi, yang berarti sesuatu yang dipagari akan tetap kokoh dan melindungi hal yang paling berharga dalam diri kita dengan melaksanakan Upacara Pagerwersi.
Sang Hyang Pramsti Guru di puja saat hari Raya Pagerwesi, merupakan manifestasinya Ida Sang Hyang Widi sebagai gurunya manusia dan alam semesta.
Jero Mangku Pasek Subawa dosen IHDN Denpasar mengatakan, "karena sesungguhnya pengetahuan dari Sanghyang Pramesti Guru yang di sebut Pagerwesi sebenarnya, seseorang yang memiliki pengetahuan tentang tuhan akan mendapatkan kebahagian di dunia dan di akirat."
Pelaksanaan hari Raya Pagerwesi merupakan pemujaan terhadap tuhan sebagai guru sejati, yang dapat mengisi kita dengan pengetahuan dan kesucian sejati.
Pagerwesi merupakan rentenan dari hari Saraswati, dimana hari tersebut dipercaya sebagi hari turunya ilmu pengetahuan untuk melindungi diri dari kebodohan.
Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, dengan adanya guru kita bisa mengetahui mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, tanpa guru kita bisa kehilangan arah dan tujuan sehingga tindakan bisa jadi salah arah.(*)