Dituntut 15 Tahun Gegara Masukan Sabu ke Anus, Kurir dari Thailand Ini Menangis di Persidangan

Airinda dinilai bersalah karena mengimpor narkotik jenis sabu-sabu yang dibawanya dari Thailand dengan modus memasukan ke dalam anus.

Dituntut 15 Tahun Gegara Masukan Sabu ke Anus, Kurir dari Thailand Ini Menangis di Persidangan
TRIBUN BALI/PUTU CANDRA
Airinda usai menjalani sidang di PN Denpasar. Ia dituntut 15 tahun penjara, karena dinilai bersalah melakukan permufakatan jahat dan mengimpor narkotik jenis sabu-sabu dari Thailand ke Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Airinda Pratiwi (27) menangis saat dirinya menyampaikan permohonan agar dijatuhi hukuman ringan oleh majelis hakim.

Dengan suara terbata-bata, perempuan kelahiran Pekanbaru ini menyatakan, dirinya adalah korban dari perbuatan sang pacar, Suhardi.

Airinda pun mengaku menyesal dan meminta maaf kepada majelis hakim.

Hal itu disampaikan Airinda dalam pembelaan (pledoi) lisan, menanggapi tuntutan 15 tahun penjara yang telah diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (7/8/2018).

Airinda dinilai bersalah telah melakukan permufakatan jahat, mengimpor narkotik jenis sabu-sabu yang dibawanya dari Thailand menuju Bali dengan modus memasukan ke dalam anus.

"Saya tidak tahu apa-apa Yang Mulia dan hanya diajak oleh pacar saya. Saya sangat menyesal dan saya jauh dari orangtua. Mohon kiranya majelis hakim memberikan hukuman seringan-ringannya," pinta Airinda sembari mengusap air matanya.

Permohonan yang sama juga diajukan penasihat hukum Airinda, yakni Dody Arta Kariawan.

Dalam pembelaan lisan tersendiri, Dody menyatakan sepakat dengan pasal yang didakwakan.

Namun menilai, tuntutan pidana 15 tahun penjara terhadap kliennya sangat tinggi.

"Terdakwa adalah korban dari pacarnya dan dipaksa, karena terdakwa tidak mengetahui sama sekali."

"Untuk itu kami mohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya. Jika majelis hakim berpendapat lain, mohon hukuman seadil-adilnya," ucap Dody kepada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help