Anggaran Pengolahan Darah Minim, Ini Kata Tutik Kusuma Wardhani

Bagi Tutik, ini menjadi PR besar karena PMI sebagai lembaga kemanusiaan tidak boleh mencari untung.

Anggaran Pengolahan Darah Minim, Ini Kata Tutik Kusuma Wardhani
Istimewa
Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali, Putu Tutik Kusuma Wardhani 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebutuhan darah di Bali mencapai 50 ribu kantong setiap tahun, sedangkan anggaran guna mengolah darah ini sangat tipis sehingga menyebabkan PMI mengalami kesulitan.

Kesulitan ini muncul setelah kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang memutuskan tidak membantu PMI dalam memberikan bantuan materi pengolahan darah.

Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali, Putu Tutik Kusuma Wardhani mengatakan, PMI Bali tengah berusaha menutupi biaya pengolahan darah tersebut.

Terlebih, baginya, darah ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurut mantan Bendahara PMI Bali ini, kebutuhan darah di masyarakat ini lebih banyak dibutuhkan oleh masyarakat kecil.

"Masyarakat secara umum membutuhkan tapi yang terbanyak itu justru masyarakat kecil yang membutuhkan banyak darah," kata Anggota Komisi 11 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini.

Bagi Tutik, ini menjadi PR besar karena PMI sebagai lembaga kemanusiaan tidak boleh mencari untung sehingga cost-nya benar-benar diperhitungkan.

Biaya pengolahan untuk satu kantong darah yang sebesar Rp 360 ribu merupakan harga yang sangat minim.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak melihat satu kantong darah itu sebagai harga yang tidak murah karena kantongnya saja harganya cukup tinggi.

Ditambah lagi dengan adanya proses pengolahan pada darah sehingga siap untuk dimasukkan ke tubuh penerima donor karena ini berkaitan dengan masalah nyawa seseorang.

"Kalau orang awam melihatnya memang murah sekali, masak segitu aja bayarnya mahal. Itu prosesnya mahal," kata Tutik yang maju lagi menjadi caleg DPR RI dapil Bali dari Partai Demokrat ini.

Bagi Tutik, tugas di PMI sangatlah berat sehingga dibutuhkan peran serta dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved