Dugaan Korupsi Santunan Kematian di Jembrana, Orang Hidup Dilaporkan Meninggal

Dua kelian banjar di Jembrana ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Petugas Unit Tipidkor Polres Jembrana, Bali

Dugaan Korupsi Santunan Kematian di Jembrana, Orang Hidup Dilaporkan Meninggal
Tribun Bali / I Made Ardhiangga
DITAHAN - Dua kelian banjar yang jadi tersangka kasus santunan kematian fiktif dikeler menuju halaman depan Mapolres Jembrana, Jumat (18/1/2018). Keduanya ditahan akan segera dilimpahkan ke Kejari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dua kelian banjar di Jembrana ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Petugas Unit Tipidkor Polres Jembrana, Bali, Jumat (18/1/2019).

Keduanya diduga melakukan korupsi dana santunan kematian.

Parahnya, keduanya bahkan nekat mencantumkan nama warga yang belum meninggal untuk mendapat dana santunan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dua kelian banjar ini adalah I Dewa Ketut Artawan (52), warga Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Melaya, dan I Gede Astawa (48), warga Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Melaya.

Wakapolres Jembrana, Kompol I Komang Budiarta, menyatakan, kedua ditangkap setelah ketahuan mengeluarkan berkas kematian secara fiktif hingga merugikan negara.

"Berkas kematian itu dibuat fiktif dan diajukan ke Dinas Sosial. Satu berkas bernilai Rp 1,5 juta," kata Budiarta di Mapolres Jembrana, Jumat (18/1/2018) kemarin.

Budiarta menyebut, para tersangka menggunakan jabatannya untuk melakukan tindak pidana korupsi dengan cara membuat berkas fiktif dana santunan kematian.

Ada beberapa modus yang dilakukan keduanya.

Di antaranya mengajukan berkas santunan dengan mengisi data dari orang yang sudah meninggal.

Kemudian, orang yang meninggal ini diajukan lagi datanya ke Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved