Diteriaki 'Ait' oleh Anak-anak, Balasan Joglas Justru Menggiringnya ke Polsek Payangan

Joglas yang menakut-nakuti menggunakan pisau justru melukai korban pada bagian perut

Diteriaki 'Ait' oleh Anak-anak, Balasan Joglas Justru Menggiringnya ke Polsek Payangan
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Joglas saat dimintai keterangan di Polsek Payangan, Senin (21/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berniat menakut-nakuti bocah yang mengejeknya, Kadek Kertha Yasa alias Joglas (42), asal Banjar Sema, Desa Melinggih, Payangan justru berakhir di kepolisian.

Sebab Joglas yang menakut-nakuti menggunakan pisau justru melukai korban, I Ketut Dana Asmara (13) asal Banjar Sema.

Peristiwa bermula saat ayunan pisau belati Joglas melukai perut korban.

Hal ini mengakibatkan korban harus dijarik sebanyak tiga jaritan.

Kapolsek Payangan, AKP Gede Sudwiatmaja, Senin (21/1/2019) mengatakan, kejadian ini bermula saat pelaku datang dari kegiatan adat.

Saat mengendarai sepeda motor, tepatnya di depan sebuah warung, anak-anak setempat meneriakinya dengan kata 'ait'.

Baca: Wagub Cok Ace Harap Miss Grand Bali Ikut Promosikan Pariwisata

Baca: Made Sudirgayusa Ajak Mahasiswi ini Intim, Petaka di Ranjang Berakhir di Tahanan

Baca: BREAKING NEWS Sore Ini Gunung Agung 2 Kali Alami Erupsi

Lantaran terpengaruh alkohol, ia pun menghentikan laju kendaraan dan mendekati anak-anak di bawah umur tersebut.

“Pelaku mengeluarkan pisau kecil. Pengakuan pelaku, awalnya untuk menakut-nakuti. Tapi pisaunya mengenai perut korban, karena pisau itu diarahkan ke perut korban. Korban sudah kami mintai hasil visum, ada tiga jaritan di perut. Saat ini, kondisi korban sudah normal, dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Pria berperawakan kurus dengan badan dipenuhi tato ini mengaku sama sekali tak memiliki niat jahat.

Baca: Gubernur Usulkan Desa yang Turut Sukseskan Pemilu 2019 Dapat Hadiah, Begini Kata KPU Bali

Baca: Pelatih Kiper Asing Jebolan Liga Inggris Gabung Latihan Bali United

Baca: Terima Audensi BKS LPD dan LP LPD, Gubernur Koster Sebut Tak hanya Ubah Nama tapi juga Tata Kelola

Hal tersebut dilakukan hanya untuk menakut-nakuti anak-anak yang merendahkannya.

“Saya tak ada niat melakukan kejahatan. Tapi saat nakut-nakutin pakai pisau, pisaunya ditepis sama korban, dan mental lalu melukainya,” akunya.

Joglas membantah dirinya sengaja membawa pisau untuk melukai orang lain.

Menurut pengakuan Joglas, pisau tersebut ada padanya tak terlepas dari pekerjaannya sebagai pembuat pisau, serta hobinya berburu binatang.

“Saya pembuat pisau, dan kebetulan suka berburu. Sebelum kejadian, saya sedang mebat sama teman-teman, habis berburu, jadi pisau ini saya bawa,” tandasya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved