Pengembang Jadi Tersangka Atas Kasus Rumah Longsor di Banjar Sasih Gianyar, Begini Kata Polisi

Sebulan lebih melakukan penyelidikan, Polres Gianyar menetapkan I Gede Wiriawan (45) sebagai tersangka kasus rumah longsor

Pengembang Jadi Tersangka Atas Kasus Rumah Longsor di Banjar Sasih Gianyar, Begini Kata Polisi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Proses evakuasi korban tanah longsor di Banjar Sasih, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (8/12/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebulan lebih melakukan penyelidikan, Polres Gianyar menetapkan I Gede Wiriawan (45) sebagai tersangka kasus rumah longsor yang menewaskan empat orang di Perumahan Taman Beji IV, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan, Senin (28/1) mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Unit IV Reskrim Polres Gianyar, pihaknya telah menetapkan seorang pengembang sebagai tersangka, kasus rumah longsor di Banjar Sasih.

Sebab, kata dia, sebelum rumah tersebut dibangun, pelaku diduga sudah mengetahui lokasi tersebut merupakan sempadan sungai, dan akan membayakan orang yang menempati bangunan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap sembilan saksi, di antaranya korban hidup, tetangga korban hingga pemerintah, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni pengembang sebagai tersangkanya".

"Karena yang bersangkutan tahu bahwa itu adalah sempadan sungai, tapi tetap dibuat kaplingan perumahan,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang telah diamankan, di antaranya, empat hasil visum Et Repertum keempat korban meninggal, satu visum Et Repertum sementara yang menyatakan satu orang mengalami luka berat, fotocopy akta jual beli, fotocopy sertifikat hak milik, salinan akta kuasa hukum dan riwayat pinjaman korban di sebuah bank swasta di Denpasar.

Penetapan tersangka ini berawal dari peristiwa tanah longsor 8 Desember 2018 lalu, di kawasan perumahan Banjar Sasih.

Bencana alam tersebut mengakibatkan sebuah rumah yang berdiri di sempadan sungai tergerus longsor, yang mengakibatkan empat orang, yang terdiri anak dan ibunya meninggal dunia.

Sementara ayah para korban meninggal ini, mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif. 

Pelaku Tak Ditahan

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan, mengatakan pelaku tak ditahan.

Proses penyidikan terkait dengan kasus tersebut juga masih dilakukan.

AKP Deni Septiawan mengatakan, pelaku dikenakan pasal 140 yo pasal 157 Undang-undang RI nomer 1 tahun 2011, tentang perumahan dan kawasan pemukiman yang berbunyi; Setiap orang yang dengan sengaja membangun perumahan,  dan/atau pemukiman di tempat yang berpotensi dapat menimbulkan bahaya bagi barang ataupun orang sebagaimana dimaksud pasal 140, dipidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 50 juta.

“Karena ancaman hukumnya di bawah lima tahun, pelaku tidak kami tahan,” ujar AKP Deni, senin kemarin. (*) 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved