PT Dunlopillo Bali Tepis Isu Hoax

Mereka menyatakan semua isu yang beredar terkait PT Dunlopillo Bali adalah informasi bohong atau hoax

PT Dunlopillo Bali Tepis Isu Hoax
PT Dunlopillo Bali
PT Dunlopillo Bali klarifikasi isu hoax yang beredar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Dunlopillo Bali mengaku menjadi korban hoax dan memberi klarifikasi.

Mereka menyatakan semua isu yang beredar terkait PT Dunlopillo Bali adalah informasi bohong atau hoax.

"Dengan ini kami menyampaikan pemberitahuan kepada Semua pihak, sekaligus menanggapi isu-isu beredar yang kami anggap hoax, hoax yang menyebutkan bahwa PT Dunlopillo Bali ada hubungannya dengan Tokyo (anak dari San Ke), Raja Gaharu, Red Hat Restaurant atau Yi Ping Chen Xiang Centro dan pihak lainnya, termasuk yang ada kaitan dengan aplikasi-aplikasi lain yang merusak pasaran sekarang,"

"Kami PT Dunlopillo Indonesia, menyatakan dengan tegas bahwa kami tidak ada hubungannya dengan beberapa pihak seperti yang ada dalam pemberitaan di atas," ujar pihak PT Dunlopillo Bali, dalam keterangan rilis yang disampaikan pimpinan PT Dunlopillo Bali yakni Djohan dan Lamianti Pamungkas.

PT Dunlopillo Bali yang beralamat di Jalan by Pass Ngurah Rai No.89, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, menurut Djohan, saat ini hanya dipimpin oleh 2 orang pimpinan yaitu Djohan dan Lamianti pamungkas (pemilik Raja Walet Centro).

"Kebenaran perihal pemilik PT kami bisa dicek dalam akta pendirian PT. Kepada semua pihak, mohon dicek kebenarannya, jangan sebar hoax (informasi bohong) dulu sebelum tahu kebenaran, karena sekarang sudah ada undang-undang tentang perusakan nama baik,"tegas Djohan.(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved