Menang Tajen, Pekak Adan Langsung Beli Sabu -- Terancam Habiskan Usia Senja di Penjara

Dari hasil judi tajennya itulah, Adan akhirnya memutuskan untuk membeli tujuh paket sabu dengan total berat 1.05 gram brutto

Menang Tajen, Pekak Adan Langsung Beli Sabu -- Terancam Habiskan Usia Senja di Penjara
Tribun Bali/Ratu Ayu
Polisi menggiring tersangka Jebit dan Adan ke sel tahanan Mapolres Buleleng, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Usia Ketut Adam alias Adan tak lagi muda. Namun kakek bercucu 10 ini nekat menjerumuskan dirinya ke dalam dunia narkotika.

Mulanya Adan mengaku diberikan sabu-sabu secara gratis oleh temannya. Namun lama-kelamaan, sabu-sabu itu berhasil membuat pria berusia 54 tahun ini ketagihan.

Akibatnya, pekak Adan terancam menghabiskan usia senjanya di balik jeruji besi.

Ditemui Jumat (22/2/2019), Adan mengaku sehari-hari bekerja sebagai petani. Penghasilannya pun tidak seberapa.

Namun suatu ketika, ia tiba-tiba mendapatkan rezeki nomplok, lantaran menang bermain judi tajen.

Dari hasil judi tajennya itulah,  Adan akhirnya memutuskan untuk membeli tujuh paket sabu dengan total berat 1.05 gram brutto dari seorang pengedar yang kini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

"Awalnya saya dikasih sama teman buat nyicipin. Katanya enak kalau makai, jadi saya coba-coba. Lama saya tidak punya uang. Kebetulan saya menang main tajen, akhirnya beli sabu sendiri. Barang itu saya simpan di dalam kamar. Pakainya tidak setiap hari. Keluarga juga tau kalau saya pakai narkoba," terang Adan.

Adan enggan membeberkan kepada siapa ia membeli sabu-sabu itu. Namun ia mengakui, barang haram itu dibeli dengan cara sistem tempel.

Tujuh paket sabu pesanannya itu ia ambil di sebuah pohon tak jauh dari rumahnya, di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng.

"Maunya saya pakai sedikit-sedikit," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved