Suwandi Berharap Porprov di Tabanan Lancar, KONI Bali Gelar Rapat Anggota Tahun 2019

Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali 2019 berlangsung di Hotel Nikki

Suwandi Berharap Porprov di Tabanan Lancar, KONI Bali Gelar Rapat Anggota Tahun 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Rapat - Anggota KONI Bali tahun 2019 mengikuti rapat di Hotel Nikki, Denpasar, Jumat (22/2). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali 2019 berlangsung di Hotel Nikki, Denpasar, Jumat (22/2/2019).

Rapat anggota dihadiri pengurus cabang olahraga (cabor) dan perwakilan KONI kabupaten/kota yang ada di Bali.

Dalam rapat tersebut dibahas tentang evaluasi, persiapan Porprov Bali 2019 di Tabanan, persiapan Bali menuju PON 2020 di Papua dan lain sebagainya.

Baca: 12 Atlet Muay Thai Bali akan Dikirim ke Liganas XI di Riau

Baca: Bukan Hanya Mitos, Mata Berkedut Ternyata Pertanda Ada Yang Tidak Beres di Tubuh Anda

“Rapat ini ada dua poin. Pertama mengevaluasi yang sudah, kita melihat kekurangan dan kelebihan yang ada. Yang jelas belum bisa memberikan maksimal kepada yang memberikan mandat,” kata Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi.

Suwandi juga menjelaskan, Porprov Bali 2019 di Tabanan merupakan hal yang harus dihadapi bersama agar event olahraga dua tahunan Bali tersebut dapat berjalan lebih baik dari ajang sebelumnya.

Baca: Kisah Sniper TNI Tatang Koswara Dihujani Peluru Usai Tembak Kepala Komandan Musuh

Baca: Gelar Annual Gathering ke-9, IT Bali Tingkatkan Skill Terknologi Rekan Seluruh Bali

“Kedua, kita berbicara 2019 sebagai tantangan dominan yang harus kita tangani seperti Porprov,” katanya.

Rapat kemarin juga membahas kesiapan Bali menuju PON 2020.

Karena keterbatasan kuota atlet, para atlet yang dikirim mengikuti Pra PON 2019 pun mendapatkan syarat tambahan.

Baca: Dititipkan, Bocah Malang Ini Tewas Dianiaya Kekasih Ibunya

Baca: Lomba Lari Sarung Menguji Kekompakan Orang Tua dan Anak Berkebutuhan Khusus

Selain lolos Pra PON para atlet harus masuk peringkat atau rangking lima besar saat Pra PON  2019.

“Pra PON ini juga penting sekali nanti kita bicarakan, siapa yang akan kita kirim dan siapa yang bisa mewakili Bali, pertama kita harus melihat kuota itu hampir 50 persen dari di Jawa Barat, sehingga persaingan ketat. Oleh karena itu, kewajiban cabor-cabor mempersiapkan diri lebih matang lagi,” kata dia.

“Kemungkinan lima besar baru masuk PON karena melihat kuota yang ada yaitu hanya 7000-an lah dari 34 provinsi berarti 150 sampai 200 (kuota yang dimiliki) masing-masing provinsi, belum dimakan tim-tim besar seperti Jatim, Jabar, DKI, dan tuan rumah (Papua),” ucapnya. (*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved