Punya Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung Ternyata Masih 'Impor' Tongkol, Ini Angkanya

Tak sanggup menutupi kebutuhan warganya akan konsumsi ikan, Kabupaten Badung menerapkan kebijakan "impor" ikan dari luar daerah.

Punya Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung Ternyata Masih 'Impor' Tongkol, Ini Angkanya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Wisatawan membeli ikan di sentra pasar ikan Kedonganan, Badung, Senin (28/1/2019). Banyak nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk pasokan ikan di pasar tersebut menurun.(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

Punya Pasar Ikan Kedonganan, Kabupaten Badung Ternyata Masih 'Impor' Tongkol, Ini Angkanya

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Tak sanggup menutupi kebutuhan warganya akan konsumsi ikan, Kabupaten Badung menerapkan kebijakan "impor" ikan dari luar daerah.

Meski memiliki pasar ikan laut di wilayah Kedonganan, ternyata masih banyak mendatangkan pasokan ikan dari luar daerah maupun luar Bali.

Bahkan di tahun 2018 pasokan ikan laut dari luar yang masuk ke Badung mencapai 12.112,61 ton.

Sedangkan ikan laut yang mendarat di Kedonganan justru lebih sedikit, yakni sebanyak 8.763,36 ton.

Mayoritas ikan yang didatangkan dari luar Badung adalah tongkol.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Putu Oka Swadiana, megatakan sejauh ini masih mengandalkan pasokan ikan dari luar Badung.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming PSM Makassar Tantang Home United di Piala AFC

Baca: Jasadnya Ditolak Rumah Sakit, Begini Kondisi Korban Tabrak Lari di Ketewel, Tak Ada yang Mengenali

Baca: Bocah Ini Akhirnya Terkulai Tak Berdaya Setelah Bertahan 4 Jam Seusai Dipatuk Ular Sendok

Baca: Gigitan Ular Kecil Ini Sangat Mematikan, Bocah Cerdas dan Periang di Samplangan Jadi Korbannya

Dia menyebutu, pasokan ikan laut dari luar Badung lebih banyak mendarat di Kedonganan, Kecamatan Kuta.

“Iya walaupun Kedonganan menjadi salah satu centra kampung nelayan di Badung, tapi ikan laut yang didapat sebanyak 8.763,36 ton. Berberda dengan yang dari luar jumlahnya lebih banyak mencapai 12.112,61 ton,” ujarnya, Rabu (27/2/2019) kemarin.

Ia pun menjelaskan, total ikan laut mencapai 12.112,61 ton itu adalah bulan Januari-Desember pada periode 2018.

Wilayah yang paling banyak memasok ikan ke Kabupaten Badung adalah Muncar (Banyuwangi), Pengambengan (Jembrana). “Tapi dari Kabupaten Buleleng juga ada,” ungkapnya.

Pejabat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu menjelasakan bahwa pasokan ikan laut dari luar ini dijual kepada pengepul.

“Apalagi pada musim barat, saat ombak besar dan angin kencang, permintaan akan ikan akan tetap ada, sedangkan nelayan tidak bisa melaut,” katanya.

Namun, walaupun pasokan ikan laut lebih banyak berasal dari luar Badung, Swadiana mengaku tidak berpengaruh terhadap nelayan lokal.

Menurutnya, masuknya ikan luat dari luar lantaran kebutuhan masyarakat sangat tinggi. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved