Bukan Bernapas dengan Hidung, Ini Trik Pernapasan yang Benar saat Berlari

Olahraga lari memang terkesan sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Padahal, teknik pernapasan yang tepat sangat penting

Bukan Bernapas dengan Hidung, Ini Trik Pernapasan yang Benar saat Berlari
KOMPAS.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Olahraga lari memang terkesan sederhana dan bisa dilakukan siapa saja.

Padahal, teknik pernapasan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelatih lari tersertifikasi RRCA, Marni Wasserman menjelaskan cara mempraktikkan pernafasan yang tepat bagi para pelari:

1. Bernafas melalui mulut

Marni yang juga merupakan pelatih di Mile High Run Club menjelaskan, pada dasarnya kita harus bernafas melalui mulut ketika berlari.

Alasannya, bernafas melalui mulut memungkinkan kita untuk mendapatkan lebih banyak udara masuk.

Selain itu, bernafas melalui hidung terlalu keras juga bisa mengeraskan otot-otot wajah, khususnya bagian rahang.

Padahal, kita selalu menginingkan rahang dalam kondisi tidak tegang. Ketika bernafas melalui mulut, rahang akan membuka sehingga lebih bersifat renggang.

Meski begitu, bernafas melalui hidung juga tidak dilarang terutama jika hanya melakukan lari ringan. Namun, usahakan membuang udara melalui mulut.

Ketika olahraga lari yang dilakukan cukup berat, bernafas melalui mulut cenderung lebih efisien untuk mendapatkan oksigen. Tetapi, hal ini juga dipengaruhi kecepatan.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved