Hari Raya Nyepi

Kominfo Resmi Setujui Internet Mati Saat Nyepi, Operator Diimbau Matikan Data Seluler di Bali

Seruan Bersama menyambut Nyepi 2019, mengharapkan agar provider penyedia jasa seluler mematikan data seluler

Kominfo Resmi Setujui Internet Mati Saat Nyepi, Operator Diimbau Matikan Data Seluler di Bali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana langit Denpasar saat Nyepi malam hari, Rabu (9/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Komunikasi dan Informatika mengeluarkan imbauan kepada penyelenggara telekomunikasi penyedia layanan akses internet di Provinsi Bali, untuk melaksanakan seruan bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali tahun 2019.

Dalam poin kelima Seruan Bersama yang dikeluarkan untuk menyambut Hari Raya Nyepi pada tanggal 7 Maret 2019 itu, mengharapkan agar provider penyedia jasa seluler mematikan data seluler (internet) pada hari Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 Wita sampai dengan Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

Baca: 7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Apabila Sedang Berlibur di Bali saat Nyepi

Baca: Kita Mudah Terpapar Hoax, Donny: Pakai Social Media 3,5 Jam per Hari, Baca Buku 3,5 Jam per Minggu 

Sebelum pelaksanaan itu, Kementerian Kominfo telah membahas bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali, Dinas Kominfo Provinsi Bali, Balmon Kelas I Denpasar dan penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan akses internet di Bali, dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). 

Dalam Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Imbauan untuk Melaksanakan Seruan Bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2019, atas nama Menteri Kominfo Direktur Telekomunikasi Ditjen Penyelenggaraan Pos, dan Informatika Firmansyah Lubis meminta agar seluruh penyelenggara telekomunikasi mendukung sekaligus melaksanakan Seruan Bersama. 

Baca: Apresiasi Jasa Kader Posyandu dengan Festival Posyandu Kreatif

Baca: Memotret Bintang hingga Menikmati Ketenangan, Begini Cara Berlibur di Bali saat Nyepi

"Kami mengimbau agar penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet di Provinsi Bali untuk melakukan langkah-langkah dalam mendukung seruan bersama," ungkap Firmansyah Lubis, Senin (4/3/2019) di Jakarta melalui siaran pers resmi yang diterima Tribun Bali.

Meskipun akses data atau internet dimatikan pada saat Hari Raya Nyepi berlangsung, menurut Firmansyah Lubis, Kementerian Kominfo tetap meminta penyelenggara telekomunikasi tetap menjaga kualitas layanan untuk objek vital serta layanan publik.

Baca: Ini Profil Andi Arief, Politisi Partai Demokrat yang Ditangkap Bersama Seorang Wanita karena Narkoba

Baca: Ingin Tahu Apakah Kamu Sudah Kecanduan Media Sosial? Lakukan Cara Ini

"Dengan tetap menjaga kualitas layanan akses internet untuk objek-objek vital serta layanan kepentingan umum lainnya yang menurut sifatnya harus tetap berlangsung," tambahnya.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga mengimbau agar penyelenggara jasa telekomunikasi dan masyarakat bisa mencegah dan menghindari potensi tersebarnya isu hoaks dan konten negatif.

Baca: Tak Perlu Repot ke Salon! Pakai 6 Bahan Alami Ini untuk Menebalkan Alis Tipis

Baca: Diduga Babi Ngepet, Warga Membawa Seekor Babi ke Kantor Polisi

"Agar masyarakat dan penyelenggara jasa telekomunikasi melakukan langkah-langkah untuk menghindari dan atau menangkal hoax dan konten negatif," ujar Firmansyah Lubis.

Dikonfirmasi terpisah, GM External Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan pihaknya siap melaksanakan arahan atau imbauan tersebut.

“Intinya kami akan siap. Mengikuti arahan serta imbauan dari pemerintah seperti di tahun sebelumnya, untuk mematikan koneksi internet saat Hari Raya Nyepi. Mohon ditunggu release resmi rencananya akan ada dari ATSI,” jawabnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved