Indeks Nilai Tukar Petani Bali Februari 2019 Naik 0,32 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali pada Februari 2019 tercatat naik sebesar 0,32 persen dari 103,65 persen pada bulan Januari 2019 menjadi 103,98

Indeks Nilai Tukar Petani Bali Februari 2019 Naik 0,32 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya
KOMPAS.com
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, disebutkan bahwa indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali di bulan Februari 2019 tercatat naik sebesar 0,32 persen dari 103,65 persen pada bulan Januari 2019 menjadi 103,98 persen.

Dari sisi indeks yang diterima petani (lt), tercatat ada penurunan sebesar -0,21 persen dan indeks yang dibayar petani (lb) tercatat turun lebih dalam lagi sebesar 0,52 persen.

Kenaikan indeks NTP pada bulan Februari 2019 tercatat pada semua subsektor dengan peningkatan tertinggi pada subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 0,90 persen.

Disusul dengan subsektor perikanan sebesar 0,52 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,38 persen, peternakan sebesar 0,05 persen dan subsektor tanaman hortikultura sebesar 0,03 persen.

Baca: Jumlah Keberangkatan Pesawat Udara Internasional Turun -0,26 Persen dan Domestik Turun -12,39 Persen

Baca: PLN Prediksi Penurunan Beban Puncak 36 Persen saat Nyepi, tapi Tetap Siagakan Pasokan Daya 905 MW.

Baca: NTP Bali Turun 0,21 Persen, Penurunan Didominasi Subsektor Hortikultura

Pada bulan Februari 2019, Provinsi Bali mengalami deflasi perdesaan sebesar -0,91 persen.

Sementara secara nasional tercatat deflasi perdesaan sebesar -0,29 persen.

Dari 33 provinsi amatan inflasi perdesaan bulan Februari 2019, tercatat 26 provinsi mengalami deflasi dan 7 provinsi tercatat inflasi.

Deflasi terdalam tercatat di Provinsi Bali (-0,91 persen) dan terdangkal di Provinsi Gorontalo (-0,04 persen).

Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (0,48 persen) dan terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah (0,002 persen). (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved