Bersih-bersih di Pantai Biaung, Sampah Sedotan Plastik Masih Mendominasi

Salah satu anggota komunitas KNSP, Yudya Putri mengatakan, jenis sampah yang paling banyak dijumpai saat bersih-bersih ini yakni sedotan plastik.

Bersih-bersih di Pantai Biaung, Sampah Sedotan Plastik Masih Mendominasi
Humas Pemkot Denpasar
Suasana bersih-bersih pantai di Biaung 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbekal kantong sampah dan alat penjepit sampah, puluhan anggota Komunitas dari Trash Hero, Komunitas Nuduk Sampah Plastik (KNSP), berbaur dengan alumni Smansa ’84, melakukan aksi bersih pantai.

Kegiatan ini digelar di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Sabtu (9/3/2019) pagi.

Aksi bersama ini juga didukung masyarakat yang melakukan kegiatan berolahraga di pantai tersebut.

Salah satu anggota komunitas KNSP, Yudya Putri mengatakan, jenis sampah yang paling banyak dijumpai saat bersih-bersih ini yakni sedotan plastik.

"Paling banyak sedotan plastik, semoga masyarakat semakin sadar dalam mengelola sampahnya sendiri untuk keasrian lingkungan dan bumi kita," katanya.

Baca: Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2019, Polda Bali Intensifkan Silaturahmi dengan Elemen Masyarakat

Baca: Pasca Nyepi, Pantai Sanur Mulai Dibanjiri Wisatawan

Baca: Pendaftaran Penerimaan Bintara Polri 2019, Ini Linknya

Aksi ini juga menjadi sebuah edukasi tidak saja sebagai kegiatan pelestarian, kepariwisataan dan lingkungan juga menjadi edukasi bersama dalam keberlangsungan lingkungan ke depan.

Terlebih disiplin masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terus disosialisasikan.

Ketua TP PKK Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan dalam pengurangan sampah plastik, pihaknya juga memunculkan gagasan kreatif untuk menyulap sampah plastik, terutama bekas pembungkus makanan untuk dijadikan tamiang.

Sampah plastik bekas makanan tersebut dipadukan dengan janur ataupun ental, sehingga tampilan tamiang menjadi menarik dan dapat digunakan sebagai hiasan dalam acara-acara resmi, seperti pernikahan, hiasan panggung kreativitas seni dan lainnya.

"Banyak kita temukan sampah plastik seperti sedotan plastik, styrofoam terpotong-potong, hingga minuman kemasan," kata Selly. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved